Informasi yang harus Anda ketahui

Adakah Obat Untuk Kanker ?

Penulis :Teddy.S
www.cancercareindonesia.com

Pertanyaan inilah yang ada didalam pikiran di hampir semua penderita kanker baik yang sudah berobat kemana-mana tetapi belum sembuh atau mereka yang baru didiagnosa terkena kanker.

Selama sepuluh tahun saya mengenal dan mendampingi Prof.Chris Teo membantu penderita kanker , saya telah bertemu dengan banyak penderita kanker.
Dan pada kesempatan ini timbul pemikiran ingin menuliskan pengalaman saya dalam menolong para penderita kanker tersebut.

Diantara yang datang menemui saya untuk konsultasi , mereka kalau ditanya tahu dari mana mereka menjawab : ada yang tahu dari website kami , ada yang tahu dari teman atau saudara dari teman yang pernah konsultasi dan berobat. Para penderita kanker tersebut ada yang datang menemui Prof.Chris Teo langsung di Penang Malaysia dan ada yang menemui saya di Jakarta.

Dari pengalaman saya bertemu dengan para penderita kanker , saya dapat menyimpulkan para penderita kanker dalam beberapa kelompok :

1.Mereka yang sudah pernah berobat secara medis kemana-mana baik di Jakarta maupun ke beberapa dokter di luar negri misalnya : Malaysia, Singapore bahkan sampai ke Guang Zhou, Hongkong, Jepang dan Amerika tetapi mereka tidak sembuh. Mereka sudah menjalani pengobatan medis termasuk operasi bedah dan dilanjutkan dengan perawatan Kemoterapi dan Radiasi. Ada pula yang menjalani Cryo Ablation ( metode pembekuan terhadap masa kanker ), Iodine seed particle Implant ( penanaman partikel-partikel kecil Iodine kedalam tubuh dimana kanker bersarang ), TACE ( Trans Arteri Chemo Embolization ), RFA ( Radio Frequency Ablation ) tetapi pada umumnya setelah selesai perawatan tersebut hasil yang didapat adalah sel kanker hanya menciut sebagian atau tetap dalam ukuran semula. Dan setelah itu dalam jangka waktu tertentu biasanya antara 6 bulan sampai 9 bulan sesudahnya bahkan ada kurang dari waktu tersebut kankernya kambuh / menyebar kembali.

2.Mereka yang sudah berobat medis , misalnya sudah dilakukan operasi bedah dan beranggapan sudah menjalani prosedur pengobatan yang benar. Mereka beranggapan bahwa mereka telah sembuh setelah menjalani operasi. Tetapi setelah menjalani masa sembuh,satu sampai dua tahun kemudian kanker kambuh kembali.

3.Mereka yang sudah menjalani pemeriksaan medis diantaranya ( sesuai kebutuhan ): Lab test , USG , Mamogram ,MRI , CT – scan , PET- scan , Endoskopi , Kolonoskopi dan Biopsy , tetapi tidak mau melanjutkan pengobatan medis karena tahu risiko yang akan dihadapinya. Lalu mencari informasi tentang pengobatan lain ( alternatif )

4.Mereka yang sudah tahu mengidap kanker ( berdasarkan pemeriksaan medis ) tetapi memilih pengobatan alternatif baik dengan herbal ataupun dengan cara alternative lainnya. ( ada banyak praktek pengobatan dengan herbal dan cara-cara alternatif )
Tetapi kemudian ahirnya mereka menemui kami di Ca Care untuk mencari pertolongan.

5.Mereka yang sudah didiagnosa kanker , kemudian langsung mencari dan menghubungi kami di Ca Care. Biasanya atas rekomendasi seseorang yang mengetahui keberadaan kami dan merujuk pasien kanker yang sudah pernah berobat kepada kami.

Dari lima kelompok tersebut yang paling banyak menemui kami di Ca Care adalah kelompok nomer satu. Yaitu mereka yang sudah menjalani pengobatan kemana-mana tetapi tidak sembuh, bahkan kondisi nya makin buruk.
Hal-hal seperti ini sangat sering saya jumpai dalam konsultasi dengan pasien-pasien kanker yang datang menjumpai saya, diibaratkan seperti menonton film DVD dengan judul-judul yang sama berulang-ulang , hanya aktornya yang berbeda-beda.

Yah kasusnya dapat berbeda-beda tetapi para ahli medis pada umumnya akan menyarankan pengobatan yang itu-itu juga, yaitu antara pilihan opsi : operasi , kemoterapi dan radiasi. Tentu dengan berbagai cara penyampaian, ada ahli medis yang menyampaikan bahwa kalau tidak dilakukan kemo atau radiasi , kanker akan menyebar dalam kurun waktu tertentu.

Ada yang mengatakan kalau di kemo atau radiasi, dijamin 100 % sembuh , ada lagi yang mengatakan 70 % sembuh. Ada yang mengatakan kanker dapat kambuh kembali dalam kurun waktu antara 2 ~ 3 tahun kalau tidak ikut kemo atau radiasi.

Banyak pasien kanker yang menyetujui opsi-opsi tersebut tanpa berfikir panjang seolah-olah mereka sudah mendapatkan jaminan akan sembuh, maka makin cepat dieksekusi makin baik.

Dari apa yang saya pelajari pada umumnya para penderita kanker tersebut sangat percaya dengan apa yang dikatakan / disarankan oleh para ahli medis tersebut.
Mengapa mereka percaya ? sebab mereka berfikir yang menyarankan adalah ahli medis yang sekolahnya saja minimal 9 ~ 10 tahun, jadi wajarlah kalau mereka mengikuti saran-saran para ahli medis tersebut.

Saya dapat memahami hal tersebut dan tidak ada yang salah, kita dididik dari sejak masih kecil baik oleh orang tua kita maupun oleh guru di sekolah, kalau sakit maka orang tua kita akan membawanya ke dokter dan kalau memerlukan perawatan lebih lanjut harus dirawat di rumah sakit. Hal-hal seperti ini sudah mendarah daging dalam benak kita dan hal itu sebagai suatu prosedur yang lumrah sampai kita dewasa / tua.

Dalam penanganan berbagai macam penyakit-penyakit itu, dunia kedokteran dan perusahaan farmasi telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Banyak orang yang dapat di tolong dan diselamatkan jiwanya misalnya : operasi cangkok organ dan sebagainya.

Tetapi sangat disayangkan diantara berbagai macam penyakit-penyakit tersebut masih ada beberapa penyakit yang sampai saat ini belum ada pengobatan yang definitive dapat menyembuhkan, misalnya : Kanker , HIV.

Saya ingin menyoroti masalah penyakit kanker , karena ini yang menjadi perhatian kami di Ca Care
Tingkat keberhasilan dalam menyembuhkan penyakit kanker sampai saat ini baik di Amerika , Australia dan Eropa ternyata masih menjadi kendala, tingkat kebehasilannya hanya sekitar 2 ~ 3 % !

Berikut ini saya ingin memberikan beberapa contoh betapa sulitnya penyakit kanker disembuhkan : Misalnya Mayo Clinic sebagai salah satu rumah sakit besar ternama di Amerika yang sudah berpengalaman selama lebih dari 60 tahun di bidang penyakit kelainan darah, mengakui belum dapat menyembuhkan penyakit kanker darah.

Demikian juga dengan MD Anderson Texas Cancer Center sebagai rumah sakit pusat kanker yang terbesar, sampai sekarang mereka masih terus mengadakan riset tentang kanker. Sama juga dengan beberapa rumah sakit lainnya baik di Amerika maupun di Eropa masih berupaya menemukan penyebab penyakit kanker dan pengobatannya.

Pada sisi yang lain beberapa perusahaan farmasi besar di dunia, mereka berlomba-lomba membuat obat kanker yang sampai sekarang belum ada yang terbukti pasti dapat menyembuhkan penyakit kanker. Tetapi mereka telah mempromosikan kepada para ahli medis untuk mengkampanyekan penggunaan obat-obat yang diketahui berbasis racun tersebut kepada pasien-pasien kanker ! walaupun dengan sejumlah efek samping yang serius yang bahkan dapat menyebabkan kematian.
Seorang dokter onkologi terkenal di Singapura – Dr. Ang Peng Tiam, membuat tulisan ini yang dimuat dalam surat kabar The Straits Times, Mind Your Body Supplement, halaman 22, tanggal 29 November 2006 :
• Onkologi tidak seperti spesialis medis yang lainnya di mana melakukan pekerjaan dengan baik adalah suatu norma. Dalam onkologi, bahkan memperpanjang hidup pasien selama tiga bulan sampai satu tahun telah dianggap suatu prestasi.
• Mencapai kesembuhkan adalah seperti menarik jackpot.
• Tidak semua kanker dapat disembuhkan.
Pada ahir tulisan ini saya mengajak pembaca untuk merenungi apa pendapat dokter-dokter peneliti kanker di luar negri sana yang memberikan komentar atas penggunaan obat-obat yang dikatakan sebagai obat kanker masa kini.

Saya teringat kepada seorang pasien HCC ( hepatocellular carcinoma ) yang datang menemui saya pada tgl. 5 Mei 2011 , dia adalah seorang mantan atlet Nasional yang ikut menyumbangkan prestasinya bagi negri ini.

HDW datang didampingi teman-temannya dari pelatnas karena dia masih aktif membantu Pelatnas. Awalnya dia menderita Hepatitis B, kemudian mendapat pengobatan dengan injeksi Interferon selama dua tahun yang berahir dengan kerusakan pada organ hati ( cirrhosis ) yaitu suatu kondisi sebagian hati yang mengeras.

Pada pemeriksaan medis CT SCAN bulan Juli 2010 ditemukan adanya kerusakan pada organ hati ( cirrhosis ) dan sampai dengan pemeriksaan CT SCAN bulan Januari 2011 ditemukan masa kanker dengan ukuran : 8,2 x 9,8 x 13,8 cm hampir meliputi lobus kanan.

Pemeriksaan TRIPHASTIC CT LIVER pada bulan April 2011 ditemukan penyebaran di sekitar daerah main portal vein dengan ukuran : 3,8 x 3,4 cm . Kemudian dia menjalani beberapa kali intra-hepatic chemotherapy , tetapi upaya tersebut tidak memberikan perubahan yang signifikan. Semua pengobatan selama itu dilakukan di Mt.Elizabeth Singapore.

Pemeriksaan X-ray Thorax PA di RS Pondok Indah Jakarta pada tgl. 3 May 2011 , terdapat cairan di paru-paru sebelah kanan dengan kecurigaan adanya bula. ( masa kanker yang cukup besar )

Kondisi fisik HDW masih kuat untuk datang menemui saya pada tgl. 5 Mei 2011, dan hal positif yang saya lihat adalah semangat juangnya yang besar, mungkin karena dia seorang mantan atlet dan saat itu masih suka datang ke Pelatnas walaupun tidak setiap hari.
Kulit tubuh sudah agak menguning demikian juga terlihat pada bola matanya membayang warna semu kuning. Pada beberapa bagian di daerah perut terasa ada bagian yang mengeras. Sayang kami tidak dapat membantu banyak , hanya satu hal yang saya salut dalam kondisi sudah seperti itu dia masih menunjukkan semangat juang yang besar. Disamping itu juga perhatian / solidaritas dari sesama rekan di Pelatnas sangat mendukung dalam memberikan motivasi.

Selain penggunaan Interferon, saya juga beberapa kali mendapati pasien-pasien kanker hati yang mendapat pengobatan dengan Nexavar ( Sorafenib )

Berikut ini sedikit mengenal Interferon dan Nexavar dalam kaitan dengan pengobatan penyakit hepatitis B , C dan kanker hati ( HCC )

Intreferon sebagai Multidrug.
Pada awalnya Interferon dikembangkan untuk terapi kanker. Tetapi kemudian selain untuk terapi kanker juga digunakan untuk berbagai penyakit , termasuk hepatitis B dan C.
Untuk berbagai penyakit lain yang belum dikemukan obatnya Intrerferon juga menjadi alternative utama dalam dunia medis walaupun tingkat penyembuhannya tidak begitu tinggi, untuk terapi hepatitis misalnya efektivitasnya tidak lebih dari 30 %.
Dikutip dari tulisan Dr.Andi Utama Msc , peneliti dari Puslit Bioteknologi LIPI.
Nexavar ( sorafenib ).
FDA meng-approve sebagai The First and Only Oral Medication For :
1.Differentiated Thyroid Cancer.
2.Liver Cancer, Hepatocellular Carcinoma. ( HCC )
3.Kidney Cancer, Advance Renal Cell Carcinoma ( RCC )

Nexavar dikenal juga sebagai obat kemo oral yang disebut Targeted Therapy , disamping harganya sangat mahal, efektivitasnya untuk menyembuhkan tidak ada jaminan. Yang ada dan pasti adalah efek sampingnya yang begitu banyak dan sangat merugikan tubuh. ( ada sekitar 20 macam efek samping yang sangat merugikan tubuh ) tidak sebanding dengan hasilnya.
Harga obat Nexavar ( 200 mg ) di Singapore berkisar sekitar USD. 55.29 per butir dengan kemasan satu botol berisi 120 butir. Disarankan untuk dikonsumsi ( kondisi umum ) pagi 2 tablet dan malam 2 tablet, jadi satu hari dikonsumsi 4 tablet x USD.55.29 = USD.221.16 atau kalau di rupiahkan ( kurs Rp.11.600,- ) sekitar Rp.2.565.500,- ( satu hari ), satu bulan Rp.77.000.000,-

Pada tahun 2012, Bayer memberikan lisensi kepada Natco Pharma dan Cipla Pharma di India untuk memproduksi obat Nexavar generic dengan nama Sorafenat . Tentu dengan harga yang jauh lebih murah ( untuk satu bulan konsumsi USD. 990,- atau Rp.11.500.000,- )

Melihat biayanya yang tidak murah, sebaiknya Anda berfikir dengan jernih apakah dengan biaya tersebut, sampai sejauh mana obat itu akan bermanfaat bagi Anda dan apakah ada jaminan untuk menyembuhkan atau hanya sekian puluh persen saja, dan bandingkan dengan efek samping yang akan Anda terima.
Cobalah luangkan waktu untuk mempelajari efek samping dari Nexavar tersebut dan efektivitasnya.
Dan jangan lupa untuk menanyakan kepada dokter yang menyarankan, apakah bila mengikuti terapi dengan Nexavar itu ada garansi untuk sembuh total ?

Ada beberapa contoh lain dari penggunaan obat kemo oral lainnya yang tergolong Targeted Therapy misalnya :

Iressa ( gefitinib )
Biasanya Iresaa digunakan sebagai pengobatan kemoterapi jenis oral untuk kasus Local Advance Non Small Cell Lung Cancer .
Iressa di produksi oleh pabrik obat farmasi AstraZeneca dan di perkenalkan / dipasarkan kepada public sebagai berikut :
Australia. Dipasarkan 21 Nov 2002. Kemudian dihentikan Nov 2007.
Canada. Dipasarkan 17 Dec 2003. Kemudian dihentikan Dec 2008.
USA. Dipasarkan 05 May 2003. Kemudian dihentikan May 2008.

Negara pertama di Asia Pacific yang mencoba adalah Jepang, tetapi sekitar satu tahun kemudian Kementrian Kesehatan Jepang membuat keputusan untuk menghentikan penggunaan obat Iressa tersebut disebabkan banyaknya korban dan efek samping yang ditemukan.
Tetapi di Negara Asia ( Singapore, Malysia dan Indonesia ), sampai saat ini Iressa masih digunakan dan diresepkan oleh dokter-dokter onkologi. Apa alasannya , saya tidak menemukan jawabannya kecuali pada kenyataannya mereka telah berhasil menjual Iressa dan ada yang membelinya.

Saya mempunyai banyak catatan dari pasien-pasien dengan kasus Non Small Cell Lung Cancer yang telah mencoba Iressa dengan hasil yang sama – itu-itu juga .. penyebaran ke otak. Mulanya memang sepertinya membantu , memang betul membantu tetapi hanya sekian waktu saja ( yang terahir saya record yaitu satu tahun .. kemudian tumor marker mulai naik lagi walaupun obat tetap diminum ) dan ahirnya kesembuhan semu itu berahir dengan penyebaran ke otak dan cell kanker di paru bertumbuh membesar disertai efek samping yang memberatkan.

Disamping Iressa yang sampai sekarang masih di resepkan oleh dokter onkologi di Asia, masih ada lagi obat kemo oral ( targeted therapy ) untuk – advance stage Non Small Cell Lung Cancer ( NSCLC ) dimana kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Tarceva ( erlotinib ) adalah obat yang dimaksud, dimana penggunaannya sesuai protocol pemeriksaan medis adalah melalui test yang dinamakan Epidermal Growth Factor Receptor mutations test.
Berdasarkan penelitian medis satu dari tujuh pasien – advance stage NSCLC mempunyai EGFR mutations tumor yang positive, pasien inilah yang dapat diberikan pengobatan dengan pil Tarceva sebanyak satu tablet setiap hari.

Bagaimana efektivitas dan berapa biaya pengobatan dengan Tarceva ini dapat Anda baca pada www.cancercaremalaysia.com , dengan judul The Story of Mom’s Lung-Brain-Bone Cancer yang diposting Ca Care pada tgl. 07 May 2014.
Dimana seorang pasien Lung Ca yang diberi pengobatan Iressa yang dilanjutkan dengan Tarceva, ahirnya menyebar ke tulang dan otak.

Di Malaysia pengobatan dengan Iressa menghabiskan biaya MYR. 7.000,- sebulan ( sekitar Rp.25.500.000,- ) dan biaya Tarceva MYR. 8.000,- sebulan ( sekitar Rp.29.200.000,- ) Dari catatan brosurnya Tarceva hanya dapat memperpanjang hidup selama sembilan bulan saja.

Diatas adalah sebagian dari beberapa contoh obat yang sering digunakan dalam pengobatan kanker secara medis, walaupun lebih banyak gagalnya daripada manfaat menyembuhkannya disamping harganya yang sedemikian mahal. Tidak sebanding dengan pengorbanan dari segi biaya.
Tetapi masih banyak orang yang terperangkap dalam pengambilan keputusan, mereka menceritakan kepada saya bahwa mereka menyesal telah mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.

Hal lainnya adalah diantara para penderita kanker tersebut sudah mempunyai persepsi bahwa kanker merupakan penyakit yang mematikan ! Jadi harus diambil tindakan secepatnya, bahkan mereka tidak sempat berfikir lebih lanjut karena shok dan panic mendengar bahwa mereka di diagnose kanker stadium tertentu, saat itu dunia seakan berputar terbalik sehingga mereka terjerumus dalam ketergesa-gesaan bahwa segala sesuatunya harus diputuskan dengan segera.

Pemikiran para penderita inilah yang mendasari langkah-langkah mereka dalam mengambil keputusan tersebut, dan hal ini sering terjadi.

Dan menurut saya dari sinilah kita harus mulai membenahi sesuatu yang keliru.
Di Ca Care, kami bukan saja mengobati penyakit tetapi juga mengobati mental orang nya dan pemikiran mereka yang keliru. Juga memberikan informasi tentang kanker yang sejujurnya, dimana sering kali berlawanan dengan apa yang dikatakan para dokter onkologi.

Mereka diberi pengertian bahwa mereka harus merubah mindset tentang bagaimana seharusnya memperlakukan penyakit kanker, dan bagaimana caranya mengendalikan kanker dalam tubuh. Kanker tidak dapat diobati dengan pendekatan seperti mengobati penyakit lainnya.

Berikut ini saya tampilkan lagi satu contoh dimana ahli medis memberikan saran profesionalnya, simak kasus berikut :

Seorang pasien penderita kanker payudara berusia 32 tahun yang sudah dioperasi mastektomi dimana laporan pemeriksaan Histopathology nya mengindikasikan tumor dengan ukuran 37 mm , dan tidak ada penyebaran didaerah Lymph node. Demikian pula dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa receptor estrogen dan progesteron dan HER2 nya positif.

Pasien tersebut disarankan untuk menjalani serangkaian perawatan kemo terapi sbb :
1.Empat siklus kemo terapi dengan campuran obat Adriamycin + Cyclophosphamide
2. Dua belas siklus kemo dengan Taxol
3.Satu tahun dengan pengobatan Herceptin
4.Dilanjutkan dengan obat oral Tamoxifen selama sepuluh tahun.

Total biaya pengobatan diatas diperkirakan SGD 120,000 ( seratus dua puluh ribu dolar Singapore ) atau sekitar Rp.1.122.000.000,- ( kurs Rp. 9.350,- )
Dokter onkologi nya menjelaskan bahwa apabila dia tidak menjalani perawatan tersebut, kankernya dapat kambuh kembali dalam kurun waktu antar 2 ~ 3 tahun mendatang. Kanker akan menyebar keseluruh tubuh dan dia akan mati !

Tetapi bilamana mengikuti kemoterapi yang disarankan oleh dokter onkologi tersebut dia akan sembuh – seratus percen !

Apakah dia percaya terhadap apa yang dikatakan oleh dokter onkologi tersebut ?

Dia menjawab : Saya tidak percaya sebab saya sudah mempelajari bahwa kanker tidak dapat disembuhkan.
Pasien tersebut telah datang ke Ca Care di Penang menemui Prof.Chris pada tanggal 13 June 2014 yang lalu. Dia memutuskan untuk memilih menjalani pengobatan dengan metode herbal dari pada kemoterapi.

Contoh diatas adalah salah satu dari sekian banyak penderita kanker yang datang kepada kami ( baik di Jakarta maupun di Penang ) Dia termasuk pasien yang mau mencari informasi tentang kanker terlebih dahulu sehingga dia siap mental dan dapat berfikir jernih sewaktu menghadapi dokter onkologi nya.

Solusi yang diberikan oleh para dokter onkologi pada umumnya kurang lebih adalah sama semuanya dengan hasil yang sangat jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh para dokter itu sendiri.

Berikut ini adalah kutipan dari pendapat seorang pasien kanker ;
Bila seorang pengacara membuat kesalahan, dia akan mengalami kekalahan kasusnya di pengadilan.
Bila seorang insinyur membuat kesalahan, gedung yang dibangunnya runtuh.
Bila seorang dokter membuat kesalahan, kesalahannya ikut terkubur didalam kuburan pasiennya. ~ Seorang Pasien Cancer
Dan sangat disayangkan pula bahwa peran Media Informasi baik itu Surat Kabar, Majalah dan iklan TV atau TV News tidak selalu menyajikan informasi yang benar dan objektif.
Dalam bukunya An Alternative Medicine Definitive Guide To Cancer. Burton Goldberg, mengatakan sebagai berikut ; Propaganda Medis sudah merajalela. Tujuannya adalah untuk menyesatkan, membingungkan dan memaksa Anda untuk mendukung pengobatan konvensional dan meningkatkan perlombaan dalam indutri obat kanker.
Oleh karena tidak mungkin untuk menuliskan semua penjelasan tentang pengobatan kanker dalam kolom yang terbatas ini, maka bagi para penderita kanker ataupun mereka yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang kanker. Kami telah memuat semua informasi tersebut dalam buku dengan format komik berwarna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai berikut :

Buku 1. Dengan judul : Informasi Penting Dari Kanker dan Pengobatannya. ( tebal 60 hal , ukuran 22 x 28 cm )

Informasi-Penting

Buku 2. Dengan judul : Apa Yang Harus Anda Ketahui. ( tebal 50 hal , ukuran 22 x 28 cm )

Apa-Anda-Harus-Tahu-Komik