Archive for '18 Pengalaman Pahit'

Kanker Payudara: Terapi Lintah

dan Terapi Rompi Anti Kanker Gagal

 

Read More

Kanker Payudara 1: Mengkudu dan Sarang Semut

Tidak Bisa Menghilangkan Benjolan

 

Read More

Operasi dan Kemoterapi

 Tapi Kanker Payudaranya Tidak Sembuh

 

Ini adalah e-mail yang saya terima pada akhir November 2010.

Dear Dr Teo,
Ibu saya berusia 68 tahun. Dia dideteksi terkena  kanker payudara stadium 3 B pada bulan Juni 2008, setelah melakukan pemeriksaan di Bandung, Indonesia dan juga sudah dikonfirmasi oleh National Cancer Centre, Singapore. Mengingat saya bekerja di Singapura, dia bersedia untuk datang ke sini untuk melakukan perawatan (2 kali operasi dan kemoterapi 18 kali) di mana saya dapat merawat dan menemani dia setelah melalui perawatan yang menyakitkan. Tapi ...

Read More

Fransiska Meninggal

Setelah Operasi, Radioterapi, Kemoterapi, Herceptin, Tamoxifen, Xeloda dan Tykerb

 

(Hidup di bumi adalah suatu pengalaman hidup. Biarlah kematian Fransiska menjadi pelajaran berharga bagi mereka yang seperti-nya)

Fransiska, berasal dari Jakarta, berumur tiga puluh dua tahun waktu ia menemukan ada benjolan sebesar 1,6 cm pada payudara kirinya yang akhirnya didiagnosa sebagai kanker. Pada waktu yang bersamaan ayahnya meninggal karena kanker. Pada November 2004, ia melakukan operasi pengangkatan benjolan di salah satu Rumah Sakit di Singapura. Sayangnya beberapa kelenjar getah bening di ketiaknya juga ...

Read More

Sebuah Kegagalan Besar dan Kekecewaan

 

Sam adalah seorang pria berusia 51 tahun berasal dari Indonesia. Kadang pada bulan May 2008, ia mengalami nyeri pada abdomen. Hasil pemeriksaan rutin pada sebuah rumah sakit di Sarawak mengindikasikan terdapat batu ginjal. Sam melakukan operasi untuk mengangkat batu tersebut. Pada waktu melakukan operasi, dokternya menemukan liver Sam dalam kondisi yang tidak begitu baik. Hasil CT Scan mengungkapkan adanya kemungkinan hepatoma atau dalam kata lain tumor pada liver.

Sam diminta untuk melakukan operasi liver di Singapura yang dapat menghabiskan sekitar Sing ...

Read More

Lebih Baik Aku Mati Daripada Menderita

 

May (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita berumur 55 tahun. Suaminya telah meninggal akibat serangan jantung tiga tahun lalu, pada umur 62 tahun. May didiagnosa menderita kanker payudara pada tahun 2000. Ia menjalani operasi mastektomi dan diikuti enam siklus kemoterapi. Setelah itu ia mendapat obat Tamoxifen. Tiga tahun kemudian, kanker menyebar ke sisi kanan payudaranya meskipun faktanya ia telah mendapat terapi Tamoxifen selama tahun-tahun itu. May kembali menjalani enam siklus kemoterapi diikuti dengan duapuluh sesi radioterapi pada daerah leher dan ...

Read More

Yee Meninggal Setelah Menjalani Segala Perawatan Medis

 

Hidup di bumi adalah suatu pengalaman hidup.Jadikanlah kematian Yee sebagai suatu pengalaman berharga bagi yang sepertinya.

Yee berumur 40 tahun saat ia didiagnosa menderita kanker payudara pada Oktober 2005. Ia menjalani operasi mastektomi. Itu adalah kanker stadium II tanpa penyebaran pada kelenjar getah bening. Tumornya berukuran 3 x 2 x 2 cm.

Setelah melakukan operasi, Yee menjalani 6 siklus FAC kemoterapi (5-FU, Andiamycin dan Cyclophosphamide).Tidak diindikasikan untuk radioterapi. Kemoterapinya selesai pada Maret 2006 setelah itu ia mengkonsumsi Tamoxifen.

Yee baik-baik saja selama sekitar ...

Read More

Operasi, Kemoterapi, Radioterapi dan Terapi Sulih Hormon

Tidak Menyembuhkan Kanker Payudara

 

Kasus 1

Fay (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita Malaysia berusia 45 tahun. Ia didiagnosa menderita kanker payudara pada September 2006.

  • Fay melakukan operasi mastektomi dan pembersihan kelenjar getah bening pada daerah ketiak.
  • Setelah melakukan operasi, ia melanjutkan terapi radiasi sebanyak 25 kali dan 6 kali kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan antara lain 5-FU, Epirubin dan Cyclophosphamide (FEC). Seluruhnya selesai pada April 2007.
  • Setiap 4 bulan sekali, Fay harus kembali ke dokter ahli kankernya untuk melakukan pemeriksaan rutin dan semuanya baik-baik saja.
  • Pada ...
Read More

Kanker Hati: Dia Meninggal

Setelah Bedah-Buka-Tutup

 

Goh (bukan nama sebenarnya, H438) adalah seorang pria 36 tahun. Pada bulan Juni 2010 ia mengalami diare. Tekanan darahnya rendah. Ia dibawa ke rumah sakit swasta di kota kelahirannya.  USG dilakukan dan dia diberitahu bahwa hatinya tidak baik. Setelah tiga hari dia keluar dari rumah sakit. Kesehatan kembali normal. Dua minggu kemudian perutnya menjadi keras. Dia kembali ke rumah sakit lagi. CT scan dilakukan yang menunjukkan hepatoma – atau kanker hati.

 

Goh ...

Read More

Operasi dan PEI Gagal

Pang Diminta untuk Mengkonsumsi Obat Oral yang Mahal

 

Pang (H5) adalah seorang pria berusia 61 tahun. Beberapa waktu pada bulan Februari 2008, ia mengalami rasa nyeri pada abdomen. Hasil ultrasonography menunjukan ada massa bulat berbatas tegal berukuran 5.2 x 5.3 x 6.5 cm pada lobus kanan heparnya (Segmen 6).

Pang dirujuk ke spesialis bedah di rumah sakit swasta. Hasil CT-scan menunjukan hepatoma lobus kanan dengan ukuran 8 x 7 x 8 cm pada segmen 6 dan 7. Pang menjalani operasi reseksi tumor pada 25 Maret ...

Read More

Tidak Ada Kesembuhan untuk Mereka

yang Beraksi Terlalu Pintar, Terlalu  Terpelajar dan Terlalu Menuntut

 

Tuan Nut adalah seorang pria berusia 56 tahun. Kadang-kadang pada Januari 2001, ia pergi menemui dokter dengan riwayat BAB (Buang Air Besar) berdarah. Hasil kolonoskopi mengindikasikan kanker kolon (usus besar). Hasil ultrasound-scan menunjukkan metastasis multipel pada liver.

Nut melakukan operasi paliatif setelah melakukan 14 siklus kemoterapi. Pada awalnya terapi menunjukkan hasil yang bagus. Kemudian nilai CEA mulai meningkat dari 5,7 pada bulan November 2002, menjadi 24,6 pada Maret 2003. Hasil CT-Scan menunjukkan lesi pada liver lebih ...

Read More

Kanker Payudara: Dia Meninggal

Meskipun Telah  Menghabiskan  Biaya Pengobatan Juta-an Dollar

 

Kami menghabiskan waktu dipekan terahir bulan Februari 2011 di Singapura. Sebenarnya perjalanan ini untuk menghadiri upacara pernikahan digereja dari putri seorang teman. Pada saat yang bersamaan kami menikmati kesempatan  ”dimanjakan” oleh kebaikan dari adik laki-laki istri saya  Im, yang tinggal di Singapura. Dia menempatkan kami di hotel Raffles City. Kami dapat melihat kota Singapura yang menakjubkan dari kamar kami di lantai 54. Kamipun menyempatkan waktu untuk melihat-lihat toko-toko. Melalui kaca jendela toko kita bisa melihat macam-macam jam tangan yang ...

Read More

Kanker Payudara: Pesan Ilani – Belajar dari kesalahan saya

Jangan lagi menjalani kemo

 

KUALA LUMPUR (Feb 24, 2011): Ketua Komite untuk Mempromosikan Masalah Pemahaman dan Kerukunan Antar-Agama, Datuk Ilani Isahak, meninggal hari ini setelah berjuang melawan kanker payudara selama lima tahun terakhir.  Ilani, 58 tahun, telah menghembuskan nafas terakhir nya sekitar jam 6 pagi di Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Centre ( PPUKM ).

Sumber: http://www.sun2surf.com/article.cfm?id=57980

The Star melaporkan: Ketua Komite Kerja Untuk Masalah Hubungan Antar Agama, Datuk Ilani Isahak meninggal setelah tiga tahun berperang  melawan kanker payudara. Ilani telah berada di rumah sakit ...

Read More

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 3

 

Lanjutan dari Bagian 1: Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi,http://cancercareindonesia.com/2011/05/01/mengapa-pasien-menolak-menjalani-kemoterapi-bagian-1/

Lanjutan dari Bagian 2: Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, http://cancercareindonesia.com/2011/05/03/why-patients-refused-to-undergo-chemotherapy-part-2/

Kasus 9: Paman Meninggal Setelah Kemo Seorang wanita datang menemui kami atas nama ibunya yang didiagnosa menderita kanker. Dokter bedah mengatakan bahwa ibunya perlu menjalani kemoterapi. Tetapi pihak keluarga menolak untuk kemoterapi.

Mengapa keluarga menolak kemoterapi : Mengapa anda tidak ingin ibu anda menjalani kemoterapi ? Karena usianya beliau sudah 75 tahun. Saudara laki-lakinya, yaitu paman saya, menderita kanker paru-paru dan ia baru berumur 68 tahun. Dia ...

Read More

Kanker Lidah: Tak Mau Lagi Kemo

 

Mulai sebagai satu luka yang tidak sembuh-sembuh selama 2 tahun.
Dokter bilang kanker dan menjalani rawat medis di Kuala Lumpur.
Radioterapi dan kemoterapi – gagal.
Kanker menyebar. Lidah mengecut dan menjadi pendik.
Tidak mau kemo lagi.
Cuba rawatan alternatif di Jakarta – electrofrekuensi. Perdarahan.
Ke hospital di Surabaya.

Read More

Kanker Hidung (NPC): Kemoterapi dan Dia Meninggal

Enam Bulan Kemudian – Kenapa?

 

LCC (H412) adalah seorang pria usia 54 tahun.  Dia bekerja sebagai tukang las ketika muda. Kemudian ia memiliki bisnis sendiri – yang bergerak dalam pembuatan “kuih” (makanan penutup lokal). Pada awal 2010 kadang ia mengalami pendarahan ringan dari hidungnya. Tapi sejak Maret 2010, pendarahan menjadi serius. Kemudian muncul benjolan di lehernya.

CT scan pada 2 April 2010 menunjukkan beberapa lesi pada lobus kanan dan kiri hati-nya. Yang terbesar berada di Segmen 6 berukuran 3,1 x 4 cm. Kesimpulan:. ...

Read More

Dokternya Mengatakan: “Tidak ada harapan lagi”

Setelah Selesai Melakukan Operasi Kankear  pada Saluran Empedu  yang Menghabiskan Biaya Sebesar 20 Juta Rupiah

Hass  (bukan nama sebenarnya, M847) adalah pria berusia 44 tahun dari Indonesia. Pada awal 2010, ia menderita sakit kuning. Dokter menduga hal ini disebabkan karena Hepatitis. Hass kemudian diberi pengobatan . Setelah sebulan,ternyata pengobatan tersebut tidak efektif.  Kemudian Has pergi ke sebuah rumah sakit swasta di Kuching.

Hasil CT scan pada 28 Januari 2010 menunjukkan ada batu sebesar 6 mm di kantong empedu. Ditemukan juga adanya  lesi hypodense sebesar 1 cm di ...

Read More

Kanker Menyebar Setelah Delapan Kemo

 

  1. Setelah dioperasi, di sarankan kemo.
  2. Berapa kali kemo? Tidak ada batasan!
  3. Biaya satu kemo RM 2.600.
  4. Kemo 1 –hingga 6 tidak ada masalah.
  5. Kemo 7 merasa tidak bagus.
  6. Kemo 8 teruk, menderita 3 minggu. Detak jantung tidak normal. Nilai tes fungsi hati  melambung tinggi. Dan amat menderitakan adalah kanker menyebar ke pancreas, limpa dan kelenjar getah bening.
  7. Dokter sarankan kemo lagi dengan tambahan obat baru yang keras. Tambah lagi biaya RM 1.000.
  8. Kalau mejalani kemo 9, harus ...
Read More

Yee Died

After Extensive and Costly Medical Treatments

 

Life on earth is a living experience. Let the death of Yee be a valuable lesson for many others who come after her.

Yee was 40 years old when she was diagnosed with breast cancer in October 2005. She underwent a mastectomy. It was a Stage 2 disease with no lymph node involvement. The tumour was 3 x 2 x 2 cm in size.

After surgery, Yee received ...

Read More

Better to Die Than to Suffer

 

 

May (not real name) was a 55-year-old lady. Her husband had died of a heart attack three years before, at the age of 62. May was diagnosed with right breast cancer in 2000. She underwent a mastectomy followed by six cycles of chemotherapy. After that she was put on tamoxifen.  Three years later, the ...

Read More