Informasi yang harus Anda ketahui

Johnny Menolak Kemoterapi Setelah Operasi

 

Johnny, 46 tahun, telah didiagnosa kanker usus. Dia sudah menjalani operasi di rumah sakit swasta pada bulan January 2006. Sayangnya tidak berhasil dengan baik. Sembilan hari yang lalu, Johnny tersedak terus menerus dengan kondisi yang cukup berate, dan harus dilakukan perbaikan melalui operasi kedua.  Setelah operasi kedua ahli bedah menyarankan untuk dioperasi ketiga kalinya (tiga kali dalam satu bulan?). Johnny mundur. Setelah kelua dari rumah sakit, Johnny disarankan untuk melakukan kemoterapi, tetapi dia menolak pengobatan lanjutan. Dia datang ke CA Care pada bulan Maret 2006 dan mulai mengonsumsi ramuan herbal.

Pada bulan Oktober 2006, kami membicarakan pengalamannya dengan kanker. Di bawah ini adalah hasil pembicaraan kami.

Chris: Anda baik-baik saja?

Johnny: Saya semakin baik dan lebih baik lagi. Sampai saat ini tidak ada keluhan.

C: Apa yang membuat anda memutuskan tidak mau dikemoterapi?

J: Pengalaman saya melihat orang lain menderita, teman saya A, B, C, D dan saudara ipar perempuan saya sendiri. Saudara ipar saya sudah dikemoterapi dan meninggal setelah satu tahun dua bulan.

Konfrontasi Dengan Onkologis

J: Tibalah giliran saya masuk ke ruang onkologis itu. Dia membacakan nama saya dan mengajukan pertanyaan pertama: “Anda mengendarai mobil apa?” Diikuti pertanyaan selanjutnya: “Apa profesi anda?” Kemudian dia berkata: “Kanker ada seperti Mercedes, BMW, mobil Jepang atau mobil lokal. Kasus anda Stadium 2. anda membutuhkan obat yang bagus,seperti obat Mercedes, untuk mengatasinya Banyak jenis obat. Ada obat A yang bagus, B yang kurang bagus, dan C obat yang diminum. Jenis obat mana yang anda inginkan?

C: Dia meminta anda memilih obat?

J: Dia meminta saya untuk memastikan dulu akan melakukan kemoterapi. Baru kemudian

Memberitahukan jenis obat yang akan digunakan. Saya tanyakan dulu berapa biayanya.

C: Dalam pembicaraan itu, pernahkah dia mengatakan apapun obtan diberikan kepada anda dapat menolong atau tidak?

J: Tidak, tidak. Dia hanya mengatakan untuk percegahan.

C: Jadi seluruh gagasan itu hanya untuk pencegahan?

J: Ya dan saya harus dikemoterapi.

Johnny menolak untuk dikemoterapi – perawat menelepon dan menelepon lagi!

C: Setelah saya kembali ke rumah dari rumah sakit kanker, perawat di bagian onkologi itu menelepon ke rumah saya lagi dan lagi. Dia bicara dengan istri saya dan mengatakan bahwa kanker saya sangat berbahaya dan saya harus dikemoterapi. Istri saya mengatakan padanya bahwa saya sedang berobat dengan ramuan herbal dan tidak akan melakukan kemoterapi. Perawat itu menjawab: “ Jika anda melakukan di luar, akan berbahaya. Pengobatan itu tidak efektif dan akan mempercepat pertumbuhan dan penyebaran kanker.” Istri saya menjawab: “Dia sudah memutuskan dan akan tetap pada pendirianya.”

Komenter: Banyak alas an mengapa Johnny memutuskan tidak melakukan kemoterapi setelah dioperasi.

Johnny teringat nasib teman-temanya, termasuk atasanya yang menderita kanker. Kebanyakan dari mereka meninggal setelah melakukan kemoterapi. Dia tidak siap menerima nasib harus ditangani oleh okologis, benar ataupun salah.

Johnny adalah seorang pemerhati yang sangat mengandalkan akal sehat. Dia     bijaksana walaupun tidak tahu banyak tentang kanker. Sambil duduk di ruang tunggu, Johnny menghitung jumlah pasien yang datang menemui onkologis. Semuanya harus dikemoterapi, tanpa kecuali. Mungkinkah hal ini benar?

Saat menulis ini (Discember 2010), Johnny dalam keadaan baik. Dia bisa kembali berkerja seperti orang normal. Dibandingkan dengan saudara iparnya yang meninggal Johnny merasa dia sudah melakukan hal yang benar.

Soalan:

  1. Johnny diberitahu oleh okologis yang kemoterapi adalah untuk mencegah kanker kembuh kembali. Apakah cara ini benar? Apakah tidak ada jalan lain, seperti menukar pola hidup dan makanan?
  2. Apakah benar anchaman dari perawat yang herbal itu berbahaya? Dua tiga tahun pasien meninggal setelah dikemoterapi  - bukti ini jelas dan sering berlaku. Johnny sudah pun tiga tahun mengkonsumsi herbal dan dia tetap hidup. Dimankah bahayanya? Apakah kemoterapi lebih berbahaya?