Informasi yang harus Anda ketahui

Kanker Rahim-Ovarium-Paru, Bagian 3

Mukjizat Terjadi: Wawancara Bersama Anak Perempuan dan Adik Pasien

 

Catatan: Pihak keluarga telah mengizinkan penggunaan video dan gambar tanpa harus menutupi wajah pasien.

Pokok pembicaraan kami

  1. Dua hari sekembalinya dari kemoterapi di Singapura, RJ mulai batuk-batuk dan demam. Dia lemas. Dia dirawat di Methodist Hospital di Medan. Saat itu RJ masih bisa berjalan sendiri.
  2. Setelahnya hemoglobin dan trombositnya menurun dan dia menjalani transfusi darah. Delapan bungkus darah diberikan kepadanya.
  3. Setelah tiga atau empat hari berada di rumah sakit, dia tidak bisa berjalan. Dia lemas.
  4. Tiba-tiba nafasnya menjadi sesak. X-ray menunjukkan adanya cairan dalam paru-parunya. Dokter menyedot cairan dengan menggunakan suntikan. Penyedotan pertama terdari dari 19 kali sedotan dengan masing-masing sedotan 60 ml. X-ray menunjukkan masih terdapatnya cairan di paru.
  5. Penyedotan kedua dilakukan – terdiri dari 12 kali sedotan dengan masing-masing sedotan 60 ml.
  6. Bahkan setelah penyedotan pleural, RJ masih harus menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas.
  7. Sebelum penyedotan pleural, RJ sulit bernafas dan menggunakan bantuan oksigen namun saat itu nafasnya masih baik. Setelah penyedotan pleural pertama – nafasnya masih sama. Namun setelah penyedotan yang kedua, nafasnya menjadi sesak dan megap-megap.
  8. Tanggal 15 Desember 2011, puterinya mulai memberi minum obat herbal CA CareCapsule A, Lung 1 + Lung Phlegm dan Lung 2 + Lung Phlegm.
  9. Sejak 15 Desember 2011 dan setelahnya, RJ hanya meminum obat herbal CA Care. Puterinya menyembunyikan obat-obatan yang diberikan dokter.  Hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan dokter atau suster di rumah sakit.
  10. Setelah meminum obat, RJ mulai mengeluarkan banyak dahak. Selain itu dia sering buang air besar dan mengeluarkan banyak kotoran. Ada bercak darah sedikit saat buang air besar yang pertama kali. Setelah itu normal – tidak ada darah.
  11. Tanggal 17 Desember (tiga hari setelah meminum herbal) RJ bisa bernafas dengan normal. Tidak perlu lagi menggunakan bantuan oksigen. Dia bisa mengenali orang-orang sekitarnya.  Sebelumnya dia tidak bisa mengenali anggota keluarga di sekitarnya.
  12. Meski dengan bantuan oksigen, RL masih sulit bernafas.
  13. Setelah meminum Cough tea no.5  selama dua hari, RJ tidak batuk-batuk lagi. Sebelumnya batuknya sangat parah. Setelah batuknya berhenti nafasnya kembali normal.
  14. X-ray menunjukkan paru-parunya sudah membaik.
  15. Setelah obat herbal mulai membantu RJ, anak perempuannya secara perlahan mulai mengurangi aliran oksigen kedalam selang yang masih terpasang dihidung. Hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan dokter atau suster. Tetapi ahirnya dokter dan perawat tahu , lalu bertanya kenapa aliran oksigen nya ditutup ?  Anaknya berkata kepada dokternya : saya mau mama saya berlatih tanpa oksigen , diam – diam saja yah …biar nanti saya yang bantu mengontrolnya … saya tidak mau mama saya ketergantungan dengan oksigen . Dokternya berkata : Wah kamu jadi dokter sendiri. Tetapi setelah itu ternyata kondisinya membaik walau tanpa oksigen.
  16. Tanggal 17 Desember 2011, dokter meminta keluarga untuk pulang dan berdoa. Kanker sudah menyebar ke sekujur tubuh. Anak perempuannya berkata, “Saat itu kondisi mama benar-benar buruk. Dia sulit bernafas, matanya menggulung ke atas dan tidak mengenali kami. Pandangan matanya kosong dan kondisi kesadarannya menurun , kalau ditanya pelan-pelan pun dia selalu terkejut lalu menjawab dengan jawaban pendek saja. Semua anggota keluarga sudah berkumpul ,yang tinggal jauh pun dari Papua pulang .. mereka hampir putus asa . Saya korek-korek mulutnya untuk ngeluarin dahak dan mama menggigit saya.”
  17.  Semua anggota keluarga dari berbagai penjuru di Indonesia terbang mengunjungi RJ.
  18. Tanggal 18 Desember 2011, keadaan membaik. Aliran oksigen dari tabung dihentikan sama sekali. RJ tidak memerlukan bantuan oksigen lagi. Dokter masuk dan bilang, “Sebuah mukjizat. Sekarang kondisinya sudah baik . Anda bisa segera pergi ke Penang.”
  19. RJ diizinkan keluar dari rumah sakit tanggal 19 Desember 2011, dan pagi hari berikutnya keluar dari rumah sakit  lalu dia beserta keluarganya terbang ke Penang.

Kami bertanya kepada anak perempuannya, “Apa mama benar-benar diuntungkan karena obat herbal itu?”

Dia menjawab, “Sekarang kondisi mama benar-benar beda. Dia sangat membaik. Dia sudah kuat dan bisa berjalan sendiri. Bahkan di hari pertama kami datang kemari, 20 Desember dan sekarang – dua hari kemudian, banyak sekali peningkatan. Satu-satunya masalah yang dia punya sekarang adalah sakit di perutnya.” (Catatan: sakit di perut ini hilang setelah e-Therapy!).