Informasi yang harus Anda ketahui

Kemo Gagal dan Dia Melanjutkan Berobat Dengan Tarceva

Penyusutan Tak Berarti dari Tumor dengan Pengobatan Tarceva

 

Mark (nama samaran) adalah seorang laki-laki berumur 34 tahun. Suatu ketika  bulan September 2006 dia menderita batuk yang kemudian didiagnosa sebagai kanker paru.  Paru kanannya juga mengandung cairan (efusi pleura). Sebagai tambahan, terdapat beberapa lesi metastatik pada separuh lobus kanan tengah dan bawah dari paru yang kolaps. Paru sebelah kiri bersih. Sayangnya kanker telah menyebar ke iga IV dan VI. Biopsi bagian inti dari massa yang terdapat di paru mengindikasikan papillary adenokarsinoma yang berdiferensiasi sedang.

Dari Desember 2006 ke Februari 2007, Mark menjalani kemoterapi dengan Gemzar dan Cisplatin. Setiap bulannya dua siklus dan dia menerima total enam siklus. Biaya dari setiap siklusnya sekitar RM 4,000. Ahli onkologis memberitahunya bahwa tidak menjamin dapat sembuh tetapi ukuran dari tumor akan berkurang dengan pengobatan.

Setelah kemoterapi selesai, dilakukan CT scan pada 7 Maret 2007 yang menunjukkan paru kanan kolaps parah dengan lesi massa berukuran 6 cm dekat dengan hilus. Mark harus menjalani prosedur untuk mengembalikan fungsi paru.

Mark diberitahu bahwa kemoterapi tidak efektif. Dia diminta untuk mengkonsumsi obat oral, Tarceva yang mana menghabiskan RM 270 / pil. Respon dari perawatan sebagai berikut:

1.   CT  scan pada 9 Maret 2007 menunjukkan massa 7.5 cm x 6 cm dan nodul tambahan berukuran 4.5 cm x 3.5 cm.

2.   CT scan pada 31 Mei 2007 menunjukkan massa berukuran 4 cm x 2 cm, terjadi penyusutan yang signifikan pada ukuran massa paru kanan.

3.   CT scan pada 13 September 2007 menunjukkan tidak ada perubahan yang berarti dibandingkan CXR sebelumnya.

4.   CT scan pada 13 November 2007 menunjukkan massa yang lebih besar berukuran 8 x 6 x 4 cm. Terdapat fibrosis di apeks kanan dan basis paru kanan. Terdapat penghancuran salah satu dari iga bawah sebelah kiri diduga berhubungan dengan metastasis tulang.

Dengan Tarceva, Mark diberitahu bahwa awalnya ukuran tumor sudah berkurang sekitar delapan puluh persen dari ukuran awalnya. Sayangnya penyusutan ini tidak berlangsung lama. Setelah delapan bulan mengkonsumsi Tarceva (menghabiskan RM 64,000) sudahlah jelas bahwa pengobatan tersebut telah gagal.

Mark diberitahu berita mengecewakan bahwa tumor telah membesar lagi. Tarceva tidaklah efektif. Sebagai tambahan, metastasis tulangnya bertambah parah. Mark juga mengkonsumsi Bonefos sejak didiagnosis dan pengobatan ini menghabiskan sekitar RM 400 sebulan.

Mark dan istrinya datang menemui kita pada Desember 2007. Mereka ingin tahu apakah dengan mengkonsumsi obat herbal tersebut tumor akan menyusut dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk obatnya bekerja. Jujur respon saya adalah: Maaf saya tidak tahu.

Komentar

Mark dan istrinya datang mencari kami untuk mendapat jaminan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan dia.

Kami mempunyai pasien penderita kanker paru yang diberitahu oleh dokternya bahwa dia cuma bisa bertahan hidup selama 6 bulan, tetapi dengan mengkonsumsi obat herbal mereka hidup normal selama dua atau tiga tahun lebih sebelum akhirnya mereka benar-benar menyerah pada kanker.

Seorang pria dengan kanker tulang diberitahu: Pulanglah dan siapkan surat wasiat anda. Anda cuma mempunyai waktu enam bulan. Dia menolak pengobatan Bonefos, mengkonsumsi obat herbal dan masih hidup sampai hari ini – sudah hampir tujuh tahun sekarang.

Bagaimanapun, tetap salah kalau kita menuntut bahwa obat herbal dapat mengobati kanker. Sayangnya ketika Mark datang menemui kami, saya tidak dapat memberikan jaminan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan apapun jika alasan itulah yang membuat dia dan istrinya datang. Saya memberitahu mereka, kami cuma dapat melakukan yang terbaik untuk membantu.

Saya diingatkan apa yang dibilang oleh Randall Fitzgerald (pada The Hundred Years Lie) :

  • Untuk kebanyakan orang yang tumbuh dan bergantung pada teknologi dan obat-obatan laboratorium dari pengobatan Barat, melepaskan paradigma itu atau bahkan berpikir untuk menggunakan pengobatan yang “kedengaran aneh” dari budaya lain, membutuhkan keyakinan dan kepercayaan.
  • Untuk mayoritas dari kita, sebelum kita menemukan penyembuhan alternatif, kita harus  pertama mengalami perasaan depresi dan capek terhadap rangkaian pengobatan kimia sintetis yang ditawarkan oleh pengobatan moderen. 

Bagaimanapun, untuk beberapa orang pengalaman akan kegagalan tidak memberikan isyarat apapun. Kebenaran yang menyedihkan tentang kanker paru stadium lanjut adalah bahwa tidak adanya penyembuhan untuk penyakit tersebut – bahkan dengan kemoterapi maupun Tarceva.

Stephen Spiro dan Joanna Porter dalam sebuah artikel: Lung cancer– where are we today? (Kanker paru – kemana kita sekarang ?)  (American J. Respiratory and Critical Care Medicine. 166:1166 – 1196, 2000), menulis: walaupun kemoterapi merupakan pendekatan yang logis, secara virtual tidak terdapat bukti bahwa itu dapat menyembuhkan NSCLC (non – small cell lung cancer).

Ronald Feld dkk. (pada Lung. Clinical Oncology. 2nd ed. Harcourt Asia) meringkas pembicaraan: Di samping banyaknya pasien berdasarkan percobaan klinis, peranan daripada sistemik kemoterapi pada penatalaksanaan NSCLC merupakan salah satu dari isu yang paling controversial pada onkologi medis zaman sekarang.

Dr. Jeffrey Tobias dan Kay Eaton (pada Living with Cancer) lebih jelas ketika mereka menulis

  • Untuk pasien dengan NSCLC … (perawatan) sebenarnya lebih mengarah ke perbaikan gejala daripada perawatan dengan prospek untuk penyembuhan … sebuah kesembuhan tidaklah dapat benar-benar diusahakan.
  • Respon awal yang dramatis terhadap kemoterapi jarang bertahan sampai satu atau dua tahun … mungkin dalam enam bulan (terdapat) bukti yang jelas bahwa kanker telah kembali.

Apa itu Bonefos?

Bonefos digunakan pada beberapa kanker untuk mengurangi kerusakan pada tulang yang dapat mengakibatkan sakit dan patah tulang. Nama kimianya berupa Clodronate disodium yang digolongkan dalam kelas obat bernama bifosfonat. Cara kerjanya dengan menghentikan keluarnya kalsium dari tulang yang membuatnya makin lemah dan juga meningkatkan resiko terjadinya fraktur dan nyeri di samping meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Sekarang tertulis bahwa itu menyembuhkan kanker tulang. Dan dalam kasus ini, Bonefos tidaklah efektif.

Apa itu Tarceva?

Bukalah website dan carilah kebenaran yang pahit tentang obat oral yang satu ini. Menurut website perusahaan, http://www.tarceva.net/survivalresults.aspx, Tarceva merupakan obat oral pertama dan satu-satunya yang bersifat penghambat HER1/EGFR tirosin kinase yang terbukti memperpanjang angka harapan hidup. Obat ini secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup sampai 37% dan juga mendemonstrasikan keuntungan gejala dengan memperpanjang waktu perburukan gejala.

Tulisan ini sangat menarik. Tetapi seperti biasanya, biarkan saya memperingatkan pasien untuk membaca menggunakan akal sehat. Tanyalah apa artinya kenaikan angka harapan hidup sampai 37% dalam kalimat sederhana? Data yang tersedia pada perusahaan sebagai berikut:

1.   median angka harapan hidup adalah 9.5 bulan dengan Tarceva vs 6.7 bulan dengan plasebo. Dalam kalimat sederhananya Tarceva cuma meningkatkan angka harapan hidup sampai 2.8 bulan. Secara matematis benar untuk mengatakan bahwa kenaikan angka harapan hidup dengan tarceva adalah 41.8%. Tentu saja kenaikan 41.8% terdengar sangat menggiurkan.

2.   Tarceva memperpanjang angka harapan hidup bebas progresif secara signifikan (PFS) sebanyak 82%. Angka sebenarnya adalah PFS dengan Tarceva adalah 3.6 bulan vs 1.8 bulan dengan plasebo.

Sekarang TIDAK ada pada literatur medis tertulis bahwa Tarceva menyembuhkan kanker paru! Pasien perlu untuk memutuskan apakah pantas menghabiskan RM 8,000 tiap bulan untuk pengobatan yang menunjukkan hanya dapat memperpanjang hidup selama 2.8 bulan. Pada kasus ini, Mark telah menghabiskan RM 64,000 dan menemukan bahwa Tarceva telah gagal.