Informasi yang harus Anda ketahui

Kontribusi Kemoterapi Terhadap Pasien di Australia

Makalah ini berjudulThe Contribution of Cytotoxic Chemotherapy to 5-year Survival in Adult Malignancies (Kontribusi kemoterapi yang bersifat merusak sel pada pasien  kanker ganas  yang mampu bertahan hidup selama 5 tahun) . Makalah ini merupakan sesuatu yang benar-benar dicari pasien. Kita telah menunggu sebuah jawaban. Apa manfaat kemoterapi terhadap seluruh penderita yang selamat dari kanker?

Ketiga penulis makalah ini adalah: i) Graeme Morgan, Profesor dan radioterapis di Royal North Shore Hospital di Sidney. ii) Robyn Ward, seorang senior ahli dalam bidang Medical Oncology dan associate Professor of Medicine di Rumah Sakit St Vincent, Sidney. Dia juga seorang anggota Pharmaceutical Benefits Advisory Committee. iii) Michael Barton, Research Director Associate Collaboration and EvaluationLiverpool Health Service, Sidney.

Tak diragukan lagi, ilmuan-ilmuan ini merupakan profesional dengan reputasi yang luar biasa besar. Mereka mengetahui apa yang mereka katakan. Pendapatnya berharga, setidaknya lebih penting dari dokter-dokter konsultan kanker Anda.

Mereka menerbitkan karya-karyanya dalam Journal of Clinical Oncology. Jurnal ulasan rekan sejawat yang sangat dihormati. Makalah mereka diserahkan untuk publikasi pada 18 Agustus 2003. Makalah tersebut mengalami perbaikan hingga pada akhirnya diterima untuk dipublikasikan pada 3 Juni 2004. Artinya, makalah ini telah dicermati dengan baik oleh sesama dokter dan telah melewati proses ulasan sejawat yang normal. Bukan sebuah jalan pintas, cara yang memaksa untuk masuk ke dalam sebuah jurnal medis.

Mempertimbangkan pernyataan di atas, Anda dan saya (dan bahkan rekan sesama dokter!) seharusnya tidak meragukan kredibilitas dan keabsahan perkataan dalam makalah penelitian mereka.

Mengapa mereka menerbitkan makalah tersebut? Saya tidak dapat memberikan jawaban, hanya dapat menebak.  Dalam sebuah wawancara radio bersama Australian Broadcasting Corporation (ABC), Dr. Morgan mendapatkan pertanyaan: Saya ingin tahu, apakah ini merupakan pertempuran organisasi dalam pembalasapara radioterapis? Dr. Morgan membalas: Baiklah, orang bisa dengan sinis mengatakannya tetapi alasan saya melakukannya karena kami bosan dan lelah mendengar munculnya obat-obatan baru yang tidak benar-benar berkhasiat. Dan alasan saya mengerjakan makalah tersebut adalah untuk menunjukkan dengan sungguh-sungguh bahwa tidak ada peningkatan dalam diri penderita yang selamat, kalau pun ada peningkatannya sangat, sangat tidak menonjol meski obat-obatan tersebut baru dan dengan kombinasi baru serta pencangkokan tulang sumsum.

Albert Einstein berkata: Dunia merupakan tempat berbahaya, bukan karena mereka yang melakukan kejahatan, melainkan karena mereka yang melihat dan tidak melakukan apa-apa. Dunia ini beruntung memiliki orang-orang seperti Profesor Morgan dan rekannya yang mengungkapkan isi pikiran mereka. Kami menghormati mereka.

Adakah hal yang salah dengan makalah tersebut? Tidak ada yang salah dengan makalah serta data yang ditampilkan. Penelitian mereka berdasarkan data percobaan acak terkontrol (PAT – standar tinggi pembuktian medis) yang diterbitkan sejak 1 Januari 1990 hingga 1 Januari 2004. Data itu juga diperoleh dari daftar kanker di Australia dan Amerika Serikat. Makalah tersebut mengkaji manfaat kemoterapi terhadap pasien-pasien selamat yang berusia di atas dua puluh tahun dan yang menderita dua puluh dua jenis kanker utama.

Jika ada yang dirasakan salah dalam makalah ini, itu karena kebenaran yang menyeluruh tentang kemoterapi. Dan kenyataan memang menyakitkan. Penulis tidak “mengatakan hal yang itu-itu saja” seperti kebanyakan kelompok lain. Itulah perbedaannya (atau mungkin kesalahannya!).

Apa yang mereka katakan? Data absolut nyata yang disajikan dalam artikel ini sangat mengejutkan: Kontribusi keseluruhan dari suatu pengobatan dengan  kemoterapi  yang dianggap sebagai suatu obat dengan inovasi tinggi ( tetapi tetap bersifat merusak sel ! ) ,  pada pasien dewasa yang mampu bertahan hidup selama 5 tahun diperkirakan sebesar 2.3% di Australia dan 2.1% di Amerika Serikat. Singkat kata, mereka mengatakan kontribusi kemoterapi tidak lebih dari 3%.

Benarkah? Baiklah, mereka para ahli. Dan mereka mengatakannya, tegas dan jelas. Memang beberapa dokter di Australia marah karenanya. Orang-orang menganggap makalah tersebut menyesatkan dan tidak bermanfaat.

Tajuk rencana Australian Prescriber (Pakaian baru kaisar – dapatkah termoterapi menyelamatkan? 29:2-3. 2006) mengutip pernyataan Profesor Michael Boyer, kepala onkologi medis Sydney Cancer Centre, Royal Prince Alfred Hospital, Sidney: Fakta mengatakan bahwa dari sudut pandang pasien mereka tidak begitu tertarik tentang seberapa besar kemoterapi bermanfaat bagi kesembuhan pasien … Saya tidak berpikir bahwa makalah ini akan bermanfaat dari sudut pandang pasien.

Para ahli medis menegaskan bahwa mereka memahami pasien lebih baik dari pasien itu sendiri. Sehingga mereka memberikan pernyataan-pernyataan otoriter atas nama pasien. Saya tidak berpikir demikian. Saya pikir pasien mengetahui diri mereka sendiri dengan lebih baik. Setujuhkah Anda jika Anda tidak tertarik mengetahui seberapa besar manfaat kemoterapi terhadap kesembuhan kanker Anda? Bagi saya, inilah jawaban yang dicari masing-masing dan setiap pasien sebelum menjalani kemoterapi. Tetapi sayangnya, jawaban tersebut tidak pernah ada. Dan jika pasien terlalu banyak bertanya, mereka akan ditegur atau dikeluarkan dari ruang kerja dokter.

Dalam wawancara radio yang sama dengan ABC, perkataan Profesor Michael Boyer lagi-lagi dikutip: kenyataannya adalah jika Anda mulai … mengatakan seberapa besar manfaat kemoterapi … angkanya merayap naik … Jika Anda menyimpulkan keseluruhannya angka itu akan naik menjadi 5% atau 6%.   Saya rasa hal yang penting adalah angka itu tidak naik hingga 50% atau 60%. Hal ini tentu saja mengganggu pikiran. Persentase 2,3% diperdebatkan. Menurut Profesor Boyer angka itu bisa mencapai 5% hingga 6%.

Wah, hal yang melebih-lebihkan – bukan 2,3%, seharusnya 6%. Profesor yang terkasih, apakah itu perbedaan yang cukup besar atau bermakna sampai-sampai harus diperdebatkan? Jika Anda menanyakan pasien perbedaan antara kesempatan sembuh 3% dan 6%, banyak dari mereka mungkin mengatakan “bukan apa-apa – hal kecil.”  Jika memberitahu pasien bahwa pengobatan kemo Anda hanya bermanfaat 3% atau 6% terhadap kesembuhannya – Saya rasa BANYAK pasien akan menghilang dan tidak akan pernah menemui onkologis lagi!

Namun bagi sejumlah ahli statistik dan peneliti yang “berpikir sempit,” 2.3% dan 6% adalah perbedaan yang besar dan signifikan (menggunakan jargon ilmiah).

Sebagai seorang akademisi, saya tahu bagaimana para ahli “memalsukan” data. Contohnya, jika Anda melakukan kemo X, Anda memperoleh 2%; jika Anda melakukan kemo Y Anda memperoleh 4%; dan kemo Z, memperoleh 6%. Anda bisa memutarbalikkan gambaran tersebut dan mengatakan kemo Y 100% lebih baik dari pada kemo X. Dan kemo Z, yang memberikan 6%, tiga kali lipat lebih baik dibanding kemo X. Itulah cara bagaimana “orang terdidik” memalsukan data mereka agar diperhatikan dan terdengar baik.

Apakah “kebenaran” tentang manfaat kemoterapi terhadap pasien kanker yang selamat?

Dr. Morgan dan rekannya memberikan tabel di bawah yang memperinci pengaruh kemoterapi terhadap 22 jenis kanker.

Tabel di atas disajikan dengan istilah yang jelas tentang jumlah penderita beragam jenis kanker dan berapa banyak darinya yang bertahan selama lima tahun setelah menerima kemoterapi.

Sama sekali tidak ada “pemalsuan” atau “manipulasi” dalam presentasi data. Inilah jenis data yang dicari pasien dan, sebelum makalah ini, yang sulit didapat dan tidak pernah muncul.

Penulis berkata bahwa angka-angka tersebut diremehkan.

Mari secara kritis “membedah” dan menguji tabel tersebut dan biarkan saya menyoroti apa arti dari angka-angka ini:

  1. Sebanyak 72.903 pasien dewasa menjalani kemoterapi, dan setelah lima tahun hanya 1.690 yang bertahan. Kontribusi kemoterapi terhadap penderita selamat yang bertahan selama lima tahun hanya 2.3%.
  2. Angka yang diperoleh untuk masyarakat Australia menyatakan bahwa manfaat yang kurang dari 2,5% ini mungkin dapat dicapai di negara-negara maju lainnya. Baiklah, bayangkan berapa angka keberhasilan yang dicapai di Malaysia (Malaysia selalu bisa!).

Mari kita memeriksa setiap jenis kanker yang dipelajari dan melihat apa dampak kemoterapi terhadapnya.

1.  Kemoterapi memberi manfaat lebih dari 10% hanya dalam empat jenis kanker. Dari keempat jenis ini, dua di antaranya jenis yang langka. Yang paling umum ditemui adalah limfoma Non-Hodgkin dan manfaat dari kemoterapi hanya 10.5%, sedangkan untuk kanker serviks hanya 12%.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Penyakit Hodgkin’s

341

122

35.8 %

Testis

529

221

41.8

Serviks (pangkal rahim)

867

104

12.0

Limfoma Non-Hodgkin

3145

331

10.5%

2.  Kemoterapi memberi manfaat kurang dari 9% pada delapan jenis kanker. Inilah jenis-jenis kanker yang kerap ditemui.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Ovari

1207

105

8.7 %

Rektum

4036

218

5.4

Otak

1116

55

4.9

Osofagus

1003

54

4.8

Kepala dan Lehir

2486

63

2.5

Usus besar / kolon

7243

128

1.8

Pu-paru

7792

118

1.5

Payudara

10661

164

1.5

Lambung

1904

13

0.7

3.  Kemoterapi memberi manfaat nol % terhadap jenis kanker dalam tabel di bawah ini.

Kanker

Jumlah pasien yang memerima kemoteapi

Jumlah pasien yang hidup selama 5 tahun karena kemoterapi

Persen pasien yang hidup 5-tahun            karena kemoterapi

Sarkoma jaringan lunak

665

0

0

Kulit – Melanoma

7811

0

0

Rahim

1399

0

0

Prostat

9869

0

0

Kandung kemih /bladder

2802

0

0

Ginjal

2176

0

0

Tidak diketahui situs utama

3161

0

0

Multiple myeloma

1023

0

0

Pankreas

1728

0

0

Penulis ingin kita mengetahui hal berikut:

  1. Jenis-jenis kanker yang umum ditemui seperti kanker kolokrektal, payudara, prostat dan paru-paru membukukan 56,6% dari keseluruhan total kanker di Australia pada tahun 1998. Tingkat keselamatan 5 tahunan karena kemoterapi sendiri hanya 1,6%.
  2. Untuk kanker lambung, operasilah satu-satunya cara penyembuhan yang ada. Di Australia terdapat 1904 kasus kanker lambung dan hanya 13 orang atau 0,7% yang mendapat manfaat kemoterapi, yaitu bertahan selama lima tahun.
  3. Untuk kanker usus besar, operasi adalah satu-satunya pengobatan penyembuhan yang ada diikuti dengan kemoterapi sebagai pengobatan bantuan. Terdapat 7.243 kasus kanker usus besar di Australia dan hanya 128 orang atau 1,8% yang mendapat manfaat secara langsung dari kemoterapi.
  4. Untuk kanker rektum, pengobatan utamanya adalah operasi. Dari 4.036 kasus hanya 218 orang atau 5,4% yang mendapat manfaat kemoterapi.
  5. Untuk kanker paru-paru, hanya 410 dari keseluruhan 20.741 orang yang mendapat manfaat kemoterapi. Dengan kata lain 2,0%.
  6. Di Australia pada tahun 1998, 4.638 wanita penderita kanker payudara menjalani kemoterapi. Hanya 164 wanita (yaitu, 3,5%) yang betul-betul memperoleh manfaat kemoterapi. Dengan kata lain, rata-rata, hanya satu dari 29 wanita yang bertahan lebih dari lima tahun.
  7. Kemoterapi sudah TERLALU BANYAK DIJUAL dan respons terhadap pengobatan itu TERLALU BERLEBIHAN.
  8. Untuk kanker payudara, penemuan-penemuan seperti pencangkokan tulang sumsum tidak memberikan manfaat.
  9. Penambahan antrasiklin dan taksan (obat-obatan terbaru seperti taksol, dll) terhadap pengobatan kanker payudara menaikkan tingkat keselamatan hanya 1% tetapi dicapai dengan risiko toksisitas dan neurotoksisitas jantung.
  10. Penting dicatat bahwa adanya angka respons di bawah 15% mungkin hanya disebabkan oleh pengaruh plasebo.
  11. Meski kemoterapi diklaim sebagai obat mujarab untuk mengobati semua jenis kanker, dampaknya terhadap kesembuhan masih terbatas. Meski demikian, berbagai obat-obatan kemoterapi yang baru masih dianggap sebagai gebrakan melawan kanker, hanya kemudian disangkal tanpa kehebohan yang ada pada awal kemunculannya.

Apa yang kita lakukan dengan kebenaran tersebut? Kuburkan cepat-cepat!

Nampak ada sedikit kegaduhan di Australia, karena penelitian itu dilakukan di Australia. Tetapi di penjuru dunia lainnya – Amerika Serikat, Inggris, Eropa, dll. tidak ada yang merasa perlu untuk tahu atau berkomentar tentang hasil itu. Kebenaran BARU ini nampak tidak penting atau bermanfaat. Kebenaran itu, seperti biasanya, jika bertubrukan dengan kepentingan Kaum Elit, akan dikubur cepat-cepat. Tidak ada yang disebut bahkan oleh media masa sekalipun yang dianggap “independen.”

Para ahli tertentu yang “terilhami” mungkin memperdebatkan hasil-hasil penelitian di atas. Salah satu argumen yang mungkin muncul: “Hasil ini berdasarkan obat-obatan “jadul.”  Saat ini kami memiliki obat-batan terbaru yang lebih efektif. Kami bisa berbuat lebih baik.” Jika Anda membeli argumen ini, biarkan saya meminta Anda duduk baik-baik di tempat Anda! Saya akan membicarakan isu ini dalam beberapa artikel selanjutnya dalam seri ini

Diterjemahkan oleh Andreas Kriswanto