Informasi yang harus Anda ketahui

Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, Bagian 3

 

Lanjutan dari Bagian 1: Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi,http://cancercareindonesia.com/2011/05/01/mengapa-pasien-menolak-menjalani-kemoterapi-bagian-1/

Lanjutan dari Bagian 2: Mengapa Pasien Menolak Menjalani Kemoterapi, http://cancercareindonesia.com/2011/05/03/why-patients-refused-to-undergo-chemotherapy-part-2/

Kasus 9: Paman Meninggal Setelah Kemo Seorang wanita datang menemui kami atas nama ibunya yang didiagnosa menderita kanker. Dokter bedah mengatakan bahwa ibunya perlu menjalani kemoterapi. Tetapi pihak keluarga menolak untuk kemoterapi.

Mengapa keluarga menolak kemoterapi : Mengapa anda tidak ingin ibu anda menjalani kemoterapi ? Karena usianya beliau sudah 75 tahun. Saudara laki-lakinya, yaitu paman saya, menderita kanker paru-paru dan ia baru berumur 68 tahun. Dia meninggal – karena tidak tahan menjalani kemoterapi. Dia menjalani kemoterapi – dan setelah kemo pertama badannya menjadi sangat lemah. Kemudian pada saat kemo kedua, ia jatuh pingsan ( tak sadarkan diri ) dan kemudian meninggal. Ketika saat pertama kali kemo dan badannya sudah lemah – mengapa dia masih melanjutkan dengan yang kedua? Saya tidak tahu mengapa. Dalam waktu dua minggu – setelah kemo yang pertama dan kemo kedua – jangka waktunya hanya dua minggu dan dia meninggal. Maksud anda ? Kemo yang pertama adalah minggu pertama, dan kemo kedua adalah satu minggu kemudian. Jadi dalam jangka waktu dua minggu dia meninggal ?  Ya betul !


Kasus 10: Keponakan Meninggal Setelah Kemo
 Wanita ini didiagnosa dengan Limfoma dan pengobatan yang ada baginya hanyalah kemoterapi. Tetapi dia menolak kemoterapi.

Kenapa ia menolak kemoterapi : Putri dari adik perempuan saya menderita kanker. Dia menjalani operasi bedah diikuti dengan prosedur kemoterapi. Dia meninggal. Adik saya memohon kepada saya: ” Kakak, tolong … tolong dengarkan aku. Jangan melakukan kemoterapi. Nanti kakak bisa meninggal.”    Keponakan saya menjalani dua atau tiga kali kemoterapi dan dia mengalami kerontokan rambut ( botak ). Kemudian ia meninggal. Adik saya melarang saya untuk menjalani kemo. Saya juga tidak ingin menjalani kemo. Suami saya dan anak-anak juga mengatakan kepada saya untuk tidak menjalani kemo.


Kasus 11: Teman saya Meninggal Setelah Empat Siklus Kemo
 Anak muda ini berasal dari Indonesia. Dia didiagnosa menderita kanker usus dua tahun yang lalu. Ia diminta untuk menjalani kemoterapi. Ia menolak.
Mengapa dia menolak kemoterapi: Saya tidak mau dikemo ! Dokter di Medan telah meminta saya untuk menjalani kemoterapi sejak tahun 2009 (yaitu, dua tahun lalu). Saya menolak. Mengapa Anda menolak: Karena efek samping nya bisa merugikan saya ! Bagaimana Anda tahu efek samping nya buruk ? Dari teman-teman ! Salah satu teman saya menderita kanker usus besar dan yang lain menderita kanker payudara. Keduanya menjalani operasi. Kemudian mereka menjalani kemo. Teman yang mederita kanker payudara mengalami kejadian buruk. Dia meninggal. Dia menjalani empat siklus kemoterapi dan setelah itu dia meninggal (tidak pernah menyelesaikan perawatan lengkap ). Yang satu lagi dengan kanker usus besar setelah menjalani dua siklus kemoterapi. Lalu ia menyerah. Dan dia masih hidup sampai hari ini. Apa yang mungkin terjadi jika ia melanjutkan dengan kemoterapi?  Mungkin sekarang sudah mati (tertawa). Itulah sebabnya saya menolak untuk menjalani kemo. Teman saya masih hidup dan dia baik-baik saja saat ini. Sekarang sudah tiga tahun.

Kasus 12: Saya melihat dan saya tahu kemoterapi tidak menyembuhkan kanker Guat menderita kanker payudara selama bertahun-tahun. Dimulai dengan benjolan kecil di payudara nya. Ketika tumornya tumbuh menjadi lebih besar ( hampir setengah kilo!). Ia menyetujui untuk diambil tindakan operasi tetapi menolak untuk kemoterapi atau radioterapi. Dia berusaha untuk terus bertahan hidup dengan melakukan apa yang dia pikir baik untuknya. Dia mengkonsumsi herbal, suplemen, dll dan memiliki pandangan hidup yang sangat positif. Dia belajar untuk hidup berdampingan dengan kanker payudara-nya selama lebih dari sepuluh tahun. Kemudian, kanker menyebar ke paru-parunya dan dia akhirnya meninggal dunia. Kami mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Guat. Dia berbagi pengalaman dan pandangannya tentang perawatan medis untuk kanker.

Mengapa dia menolak kemoterapi dan perawatan medis: Saya telah melihat banyak orang mengidap kanker. Setelah kemo mereka juga meninggal dalam waktu kurang dari dua tahun ! Saya telah melihat banyak kasus seperti itu. Mereka menderita saat menjalani kemo tetapi pada akhirnya toh mereka juga semua mati.  Jadi mengapa harus menderita ? Setelah menjalani operasi, menurut dokter nya untuk mencegah jangan sampai kambuh kembali saya diminta untuk menjalani radioterapi. Saya menolak. Biarkan kambuh kembali terlebih dahulu dan kemudian baru kita berurusan dengan itu semua. Saya menolak untuk melakukan kemo. Dengan asumsi setelah operasi saya akan mati dalam waktu dua tahun.  Tidak apa-apa, setidaknya saya tidak harus menderita. Jika saya melakukan kemo, tidak ada jaminan juga untuk sembuh.

Dari apa yang anda amati terhadap orang- orang yang telah menjalani kemoterapi atau radiasi, bukankah mereka mendapat  manfaat banyak dari perawatan tersebut? Mereka menderita begitu parah. Saya lebih suka tidak menderita dan memilih untuk mati lebih cepat tanpa kemo. Hal ini tidak masalah bagi saya. Saya tidak ingin menderita. Misalnya, dengan kemo saya akan bertahan hidup selama dua setengah tahun, dan bila tanpa kemo dua tahun. Saya akan memilih untuk menjalani hidup dua tahun dengan kualitas hidup yang baik.

Tetapi kan anda dapat memperpanjang hidup selama setengah tahun lagi. Ah .. tidak apa jika saya mati lebih cepat. Anda membuat semua keputusan ini sendiri atau apakah Anda dipengaruhi oleh orang lain ? Saya membuat keputusan saya sendiri berdasarkan pengamatan saya tentang apa yang terjadi kepada orang lain. Banyak orang telah menceritakan berbagai macam hal. Saya mendengarkan apa yang mereka ceritakan, tetapi pada akhirnya saya membuat keputusan sendiri. Sebagai contoh ketika saya mempunyai benjolan kecil di payudara, saya memutuskan untuk mengambil risiko dan menangani dengan cara yang saya pikir tepat untuk saya. Benjolan tersebut tumbuh membesar dan lebih besar. Saya tahu bahwa tidak ada harapan untuk mengecil. Jadi saya memutuskan untuk melakukan tindakan operasi. Tapi ketika dokter menyarankan untuk menjalani radioterapi untuk mencegah supaya jangan kambuh kembali, saya mengatakan tidak. Saya mengatakan kepadanya, jika nanti terjadi kekambuhan, kita akan menghadapinya ketika masalah tersebut terjadi, tidak sekarang. Bahkan dengan radiasi, saya telah melihat banyak kasus kambuh kembali. Saya kenal beberapa pasien yang menderita kanker.  Mereka menjalani kemoterapi – dan mereka semuanya meninggal, termasuk saudara jauh anda sendiri  - Anda ingat? Ketika anda menemui dokter, mereka meminta anda untuk menjalani kemo. Tetapi tidak ada jaminan bahwa kemoterapi dapat menyembuhkan. Biaya pengobatannya sebesar RM 30.000. Untuk pasien yang tidak punya, itu adalah uang yang besar sekali. Seorang dokter mengatakan hal ini kepada teman saya: ” Ini adalah ibu anda, kenapa anda tidak ingin ” menyelamatkan ” dia? Benar, bahkan kepada seekor anjing pun, kami juga ingin menyelamatkan hidupnya, apalagi bagi seorang ibu. Tetapi kalau biaya pengobatan begitu besar biayanya, kemana harus mencari uangnya ? Lebih buruknya lagi, tidak ada jaminan bahwa kemoterapi dapat menyembuhkan sama sekali. Sayangnya, banyak “orang awam” tidak tahu cara menanggapi ” ocehan “ dari dokter – dokter tersebut. Saya tidak marah, tapi saya pikir para dokter sebaiknya tidak boleh berbicara seperti itu !

Baca lebih lanjut apa yang mereka katakan tentang kemo …

  1. Pengobatan utuk membunuh kanker : Bagaimana racun kemoterapi membunuh kedua-dua nya baik sel-sel kanker maupun pasien kanker http://www.naturalnews.com/012727.html
  2. Dapatkah Anda percaya bahwa kemoterapi dapat menyembuhkan kanker Anda? http://www.ener-chi.com/trustchemo.htm
  3. Mempertanyakan tentang Kemoterapi : Bagaimana halnya kemoterapi tidak menyembuhkan kanker atau memperpanjang hidup. http://www.drheise.com/chemotherapy.htm
  4. Argumen terhadap kemoterapi. http://www.canceractive.com/cancer-active-page-link.aspx?n=255

Seorang pembaca mengirim kepada kami komentar ini: Keponakan saya meninggal pagi ini. Tidak, bukan karena kanker ! Karena dikemo !!!  Kemo nya bahkan tidak sampai lebih dari dua bulan!  Inilah sebabnya mengapa begitu banyak dokter holistik mengatakan pengobatan modern yang kita miliki ini , yang disebut GOLD – CLASS  CANCER  TREATMENT  dapat membunuh lebih cepat dari pada merokok. Baca lebih lanjut : http://twitpic.com/4wjd8f

Saya kenal seorang yang lain lagi , yang meninggal setelah satu setengah tahun kemo ( kanker lambung). Dia berumur belum 25 tahun. Dan satu nya lagi … mereka memberikan obat tidur sebagai gantinya. Dia adalah paman saya … Obat Tidur telah membunuhnya dalam empat hari (dia menderita kanker stadium lanjut di pankreas, hati dan paru-paru). DIMANAKAH  PERJUANGAN   MELAWAN  KANKER ? Jika buah tidak menyembuhkan, mereka mengatakan orang yang mempromosikan buah tersebut adalah seorang dukun ! Tapi ketika giliran kita membicarakan Obat Kanker dan Terapi nya, jika pengobatan tersebut tidak bekerja, dikatakan bahwa itu bukan praktek  perdukunan ! Apakah ada SESUATU YANG SALAH dengan industri medis kita ?  ANDA  KATAKAN  KEPADA  SAYA!

Catatan: Kami telah mendokumentasikan 12 kasus mengapa pasien menolak untuk melakukan kemoterapi - jadi, sudah cukup kah ? 

“Bagi mereka yang percaya, bukti tidak diperlukan. Bagi mereka yang tidak percaya, bukti dimungkinkan. “