Informasi yang harus Anda ketahui

NHL- Ginjal: Bebas Kanker

Setelah Enam Bulan dengan Pengobatan Obat Herbal

 

Peter menceritakan kisahnya kepada kami pada Juli 2000.

Spesialis ginjal memberitahu saya bahwa saya harus menjalani biopsi ginjal. Awalnya, mereka melakukan tes ultrasound pada saya. Dokter memberitahu saya: Tuan Tham, saya sangat menyesal mengatakan bahwa hasil laporan telah datang, dan anda terkena kanker stadium tiga. Kanker terdapat pada kedua bagian ginjal anda. Saya terkejut. Saya tidak tahu harus mengatakan apa. Jadi saya memberitahu dokternya: Saya membutuhkan istirahat. Setelah itu saya pergi ke rumah sakit universitas untuk mencari pendapat kedua dan dokter-dokter memastikan bahwa itu adalah kanker.

Saya dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Itu mengerikan. Saya sangat, teramat menderita. Setelah pengobatan yang pertama, saya tidak ingin mengulanginya lagi. Saya tidak dapat makan dan BAB saya tidak mau keluar. Saya mulai khawatir terlalu banyak. Itu adalah kemoterapi yang pertama. Mereka memberitahu saya bahwa saya seharusnya menjalani paling tidak enam siklus. Obat yang dipergunakan adalah: siklofosfamid 500 mg, + epiribicin 100 mg, + vincristine 2 mg , dan Prednison 100 mg (oral).

Hidup saya menyedihkan. Saya tidak dapat menghadapi kenyataan. Kanker berarti kematian. Saya benar, benar sangat kecewa. Saya berdoa kepada semua Tuhan untuk kedamaian hidup saya. Tetapi saya tidak dapat menemukan satu yang dapat memberikan kedamaian. Kemudian putri saya mengatakan: Kenapa kamu tidak pergi ke gereja? Istri saya setuju. Pada waktu itu, saya tidak dapat tidur pada malam hari. Setiap jam saya membangunkan dia hanya untuk memastikan bahwa saya masih hidup. Saya pergi ke gereja dan pastor mendoakan saya. Saya menaruh keyakinan dan kepercayaan pada Tuhan. Karena Tuhan yang memberikan kita kehidupan, Beliau juga yang berhak menarik itu kembali. Kemudian dan karena hal itu saya pergi untuk kemoterapi, kedua, ketiga, keempat, sampai keenam kalinya.

Dokter mengatakan bahwa saya OK. Saya tidak mempunyai pantangan makanan. Dokter memberitahukan saya: Anda dapat memakan semua makanan yang kamu inginkan tetapi mereka juga memberitahu saya untuk tidak menyentuh daging merah. Saya pergi ke dua rumah sakit setiap tiga bulan untuk check-up.

Pada Juni 1999, dokter menyarankan saya untuk melakukan CT-scan ( Tes Gallium). Saya juga melakukan tes ultrasound dan dua minggu kemudian, check-up medis. Ginjal-ginjal saya membengkak.

Dokter memberitahu bahwa saya terkena kanker lagi.

Dokter tidak ingin memberikan saya kemoterapi cair, karena mereka menemukan bahwa liver saya melemah sejak kemoterapi yang pertama. Jadi mereka meresepkan kemoterapi oral.

Awalnya, obat-obatannya adalah 100gm siklofosfamid dan 100gm procarbizide sebagai dosis pertama.Saya tidak dapat menyelesaikan sesi pertama dari empat belas dosis selama empat belas hari. Saya merasa sangat lemah, dan tidak dapat makan atau tidur teratur. Berat badan saya turun. BAB saya kadang sangat lembek, kadang sangat keras. Tetapi semua ini tidaklah separah seperti pada waktu pertama kali saya menjalani kemoterapi.

Pada hari ke 12 dari sesi, saya pingsan ketika berada di gereja. Saya tidak menyadari bahwa feses(BAB) saya telah keluar. Feses saya encer. Itu paling memalukan. Saya dipindahkan ke ruangan lain dan orang-orang berdoa untuk saya. Saya terbangun dengan mereka di sebelah saya, dan saya dianterkan pulang ke rumah. Di rumah, saya pingsan lagi, untuk kedua kalinya.

Saya pergi untuk menemui Profesor di rumah sakit universitas lagi. Kali ini, saya bahkan tidak sanggup berjalan normal. Saya pincang. Saya pikir obat-obatan mempengaruhi kaki saya. Perut saya mengalami kram. Itu benar-benar sangat menyakitkan. Dokter meresepkan dosis yang dikurangi, setengah dari dosis yang saya konsumsi pada awalnya. Menjelang sesi kedua, saya tetap merasa mengerikan. Sepertinya mereka meracuni saya. Tetapi, setelah beberapa saat saya merasa saya akan membaik, walaupun saya tetap tidak dapat makan maupun tidur dengan baik dan tidak mempunyai nafsu makan. Saya melanjutkan mengkonsumsi obat kemo oral selama 14 hari. Saya terlhat mengerikan, tetapi setidaknya saya tidak pingsan.

Saya sedang berada pada sesi kedua selama kira-kira seminggu, ketika saya melihat artikel tentang obat-obatan herbal di surat kabar. Saya menelepon CA Care di Subang Jaya. Saat itu merupakan titik balik untuk saya. Ketika saya datang, saya melihat bahwa saya tidak sendirian. Kenapa tidak mencoba? Saya ragu tetapi artikel mengatakan bahwa ada harapan, dan saya tidak mempunyai pilihan. Saya menjelaskan permasalahan saya kepada Tuan Yeong dan membawakan catatan medis saya kepada dia.

Saya dituliskan resep yang berisi Kapsul A dan Teh deTox. Saya melanjutkan kemoterapi. Dalam seminggu, saya menyadari bahwa saya dapat makan. Saya merasa lapar. Selama dua minggu, saya banyak buang angin (kentut). Itu sangat, sangat bau. Pergerakan usus besar saya meningkat. Minggu pertama saya mengalami diare yang parah. Saya panik begitu feses saya menyembur keluar. Saya berpikir apakah ada sesuatu yang salah. Saya pikir bahwa segala sesuatu dalam diri saya telah mengendor. Saya menelepon CA Centre dan mereka memberitahu saya untuk tetap mengkonsumsi obat herbal. Jadi saya pun melanjutkan. Perlahan, keringatan dan diare nya menghilang. Saya menemukan bahwa saya dapat makan dan tidur. Yang membuat saya merasa aman saya menemukan harapan. Jika saya tidak dapat makan maupun tidur, itu membuat saya merasa menyedihkan. Saya tahu bahwa perkembangan ini merupakan efek dari obat herbal. Saya mulai lebih mempercayai obat-obatan herbal.

Terpisah dari obat-obatan herbal dan kemoterapi oral, apakah anda mengkonsumsi obat lain?

Tidak, tidak ada yang lain. Cuma kemoterapi oral dan Kapsul A dan Teh deTox. Dan saya merasa lebih baikan.

Berapa lama anda menjalani kemoterapi?

Saya menjalani kemoterapi selama enam siklus.

Jadi marilah kita mengulang – anda menjalani siklus pertama selama 14 hari, kemudian anda pingsan. Anda lalu menjalani siklus kedua dengan dosis yang dikurangi untuk 14 hari, istirahat selama 14 hari sebelum menjalani siklus yang ketiga (14 hari lagi), tetap dengan dosis yang dikurangi. Anda terus sampai anda menyelesaikan enam siklus ( 14 hari dengan obat dan 14 hari dengan istirahat).

Ya. Ketika saya mengkonsumsi obat herbal selama kemoterapi, saya merasa baik, dan saya menemukan bahwa pembacaan kreatinin saya terus menurun. Setelah siklus keenam menjadi 145. Dari 280 menjadi 290, lalu turun perlahan menjadi 145.

Apakah dokter menanyakan sesuatu?

Dokter memberitahu bahwa saya mengalami kemajuan. Saya tidak yakin untuk memberitahu atau tidak memberitahu dokter tentang obat herbal tersebut. Seperti yang anda ketahui, dokter tidak senang anda mengkonsumsi obat herbal. Jadi saya tidak memberitahukan dia.

Tetapi saya berbicara tentang obat herbal dengan pasien kanker yang lain ketika saya berada di ruang tunggu. Saya tidak tahu apakah itu juga melewati telinga dokter.

Setelah anda menyelesaikan enam siklus kemoterapi, apa yang terjadi kemudian?

Mereka memberikan saya tanggal pertemuan untuk datang kembali dan bertemu mereka dalam 3 sampai 4 bulan. Setiap 3 sampai 4 bulan, saya harus mengecek urin, darah, dan segalanya.

Dokter menganjurkan saya untuk melakukan CT-Scan … Itu dilakukan pada Maret 1999 di rumah sakit universitas. … Ketika saya bertemu dokter, dia memberitahu saya: Saya mempunyai kabar yang sangat baik bahwa anda sepenuhnya sembuh. Saya tercengang!

Laporan medis dari Unit Pengobatan Nuklear – UHKL, tertanggal 1 Maret 2000 mengindikasikan bahwa:Studi Gallium berulang sekarang menunjukkan tidak ada pengambilan Gallium pada kedua bagian ginjal mengindikasikan kesembuhan total dari NHL pada kedua bagian ginjal. Kesimpulan: Kesembuhan total dari NHL pada kedua bagian ginjal.

Setelah laporan itu, apa yang dikatakan dokter?

Dokter mengingatkan saya tentang sampel darah yang dulu mereka ambil pada 1996, setelah saya menyelesaikan sesi pertama kemoterapi. Mereka menyimpannya di kulkas, dengan maksud untuk memasukkannya kembali kepada saya. (Ini yang dimaksud dengan transplantasi sumsum tulang – TST/BMT). Dokter menganjurkan saya sebaiknya melakukan TST. Dokter memberitahu saya bahwa itu akan menghabiskan RM20.000 sampai RM30.000 untuk melakukan prosedur itu di sini, tetapi akan menghabiskan lebih dari ratusan ribu di Australia. Saya mungkin akan mengalami beberapa efek samping dan bahkan mati selama proses mengembalikan sel-sel ke dalam tubuh saya.

Hal pertama yang saya katakan adalah: Saya tidak dapat memberitahu anda sekarang (apakah saya bersedia melakukan TST atau tidak). Saya harus mendiskusikan hal tersebut dengan keluarga saya.Saya telah memikirkan tentang hal itu dan menelepon CA Centre dan meminta nasehat. Jawaban yang saya peroleh: Kenapa anda harus melewati semua hal ini? Anda baik-baik saja, kenapa harus mengambil resiko ini? Anda mempunyai obat-obatan herbal! Keluarga saya setuju. Saya memberitahu dokter bahwa saya telah memutuskan untuk tidak menjalani TST.

Kapan anda ditawarkan untuk melakukan transplantasi?

Setelah hasil laporan dikeluarkan, setelah CT-Scan, ketika saya bebas kanker.

Setelah anda dinyatakan bebas kanker, mereka ingin melakukan transplantasi sumsum tulang pada anda? Kenapa mereka ingin melakukan hal semacam itu?

Untuk mencegah relaps atau kekambuhan – mereka mengatakan bahwa dengan melakukan itu saya akan hidup sepuluh sampai lima belas tahun lebih panjang. Tetapi saya berpikir sendiri: Kenapa saya harus mengambil resiko?

Sejak Maret anda telah bebas kanker. Apa yang telah anda rasakan selama empat bulan terakhir ini?

Saya merasa baik. Ya. Saya kembali menemui doker saya setiap tiga bulan. Saya menemui dokter pada 7 Juli 2000. Sekarang, saya dapat menyetir. Sebelumnya, saya bahkan tidak berani mencoba untuk menyetir.

Selain menyetir, hal apa lagi yang anda merasa sanggup anda lakukan?

Saya sanggup bekerja. Saya juga menemukan bahwa saya dapat berjalan tanpa merasa lelah, pergi memancing, membaca segala macam buku dan koran tanpa perasaan lelah pada kedua mata saya.

Catatan: Seperti pada tulisan ini, Juni 2009 – Peter masih baik-baik saja, menjalani hidup bahagia, hidup yang bebas kanker. Pada 11 Juli 2013 – Peter masih biak-baik!