Informasi yang harus Anda ketahui

Pengetahuan yang Memberdayakan

 

Pasien menghadapi risiko yang cukup dikenal (namun beberapa menyebutnya pengobatan) setelah terdiagnosa kanker. Biasanya mereka diminta untuk menjalani kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan adalah sitotoksik. Setiap orang mengetahui – dan tidak dapat disangkal lagi — bahwa obat-obatan kemo merupakan racun bagi sel-sel baik dan sel-sel jahat.

Kenyataannya, kemoterapi mendapat reputasi buruk di mata pasien. Mereka yang mengetahui apa itu kemo akan berpikir “jutaan kali” sebelum mereka melakukan kemo (lihat: Mengapa pasien menolak menjalani kemoterapi).

Selama bertahun-tahun bekerja dengan pasien kanker, saya telah menemukan banyak cara bagaimana kemo “dijual” kepada pasien. Mereka diberitahu setidaknya satu dari hal-hal berikut:

a) Menjalani kemo untuk membunuh semua sel kanker. Hal yang tidak diketahui adalah kemo juga membunuh sel-sel sehat yang baik dalam tubuh. Kemo bahkan mungkin merusak organ-organ penting tubuh. Bahkan lebih buruk lagi, beberapa obat-obatan kemo bersifat karsinogenik, dengan kata lain dapat memicu kanker itu sendiri. Sama halnya dengan radiasi yang menyebabkan kanker. Singkat kata, jika pasien bertahan cukup lama, ada kemungkinan mereka menderita kanker baru yang timbul akibat cara pengobatan sebelumnya.

b) Melakukan kemo untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker. Nada penjualan yang baik dan memang sangat menarik. Banyak pasien “membeli” ide naif ini. Namun, setelah menjalani kemo sistem kekebalan tubuh nyaris musnah. Tubuh Anda terlalu lemah sehingga bahkan tidak dapat menangkal kuman-kuman yang menyerang Anda. Pada umumnya kanker sudah menyebar sesaat setelah ada dalam tubuh – bahkan sebelum Anda mengetahuinya atau sebelum terdiagnosa para dokter. Memang benar beberapa sel kanker bisa dilumpuhkan tetapi beberapa darinya akan tetap bertahan dalam aliran darah tanpa luka – mereka adalah sel-sel “tertidur” atau “induk.” Sel-sel yang selamat ini suatu hari akan bangun dan menimbulkan masalah.

Memang melegakan ketika melihat gumpalan menyusut setelah kemoterapi – tetapi bukan berarti penyakit kanker tersembuhkan! Penyusutan sering kali hanya bersifat sementara. Tumor kerap kali tumbuh kembali dan lebih agresif dari sebelumnya. Seorang wanita menulis bahwa dia tidak dapat sembuh karena kemoterapi, yang dia lakukan hanya berpindah-pindah dari pengobatan satu ke pengobatan yang lain! Jadi di manakah kendali penyebarannya?

c) Menjalani kemo sebagai suatu ” jaminan”. Karena sel kanker bisa mengambang disekitar aliran darah – dan itu adalah baik untuk mendapatkan mereka lebih awal ! Bunuh mereka sebelum berkembang biak. Baiklah, bukankah kita tahu bahwa beberapa obat-obatan kemo dan radiasi dapat memicu kanker? Tidakah kita tahu bahwa pengobatan-pengobatan ini dapat melemahkan sistem kekebalan dan membuat tubuh jauh lebih rentan terhadap serangan musuh? Apakah yang namanya “jaminan” tersebut tidak dapat dicapai dengan membuat sistem tubuh lebih kuat dan tidak lemah?  Tidakah lebih baik menaikkan sistem kekebalan melalui makanan dan gaya hidup sehat? Oh, TIDAK – hal itu tidak terbukti dan tidak ilmiah, itulah yang mereka katakan!

Pengetahuan Memberdayakan!

Julian Whitaker, seorang dokter medis, menulis: Saya yakin bahwa perlindungan terbaik melawan kejahatan yang mengintai kita – dan janganlah membuat kesalahan karena kejahatan itu ada sekitar kita – adalah informasi.

Tidak diragukan sama sekali bahwa akses pada pengetahuan memang sangat memberdayakan. Setiap saat saya selalu memberitahu pasien lagi dan lagi – cobalah baca dan baca selama Anda bisa, dengan kata lain jika Anda tidak buta huruf (di Malaysia berarti kebutaan  pada huruf cetak). Ketahuilah bahwa ini merupakan satu-satunya cara menjauhkan diri Anda dari bahaya!

Masalahnya adalah kebanyakan orang masih tidak ingin melakukan apa pun dengan pengetahuan yang tersedia bagi mereka. Entah mereka terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri atau mereka lebih suka menerima jawaban ’’ yang sudah dikemas’’ dari para ahli – ya, mereka percaya kepada para ahli.

Sayangnya mereka tidak pernah menyadari bahwa beberapa dari jawaban yang diberikan oleh para ahli tersebut bisa saja hanya ” kata-kata basi,yang tak berarti ” dan beberapa bahkan mungkin untuk kepentingan diri sendiri. Dr Chesnut menjelaskan dalam bukunya   ’’Lying with authority ” (judul bukunya).

Saya tidak bisa menyalahkan para pasien yang tidak berpendidikan – maafkan mereka untuk kebodohan nya – karena mereka tidak dapat membaca. Tetapi jika anda dapat membaca pesan ini, maka tidak ada alasan bagi anda untuk menjadi bodoh. Saya akan mengatakan - Anda akan mendapat ganjaran yang setimpal jika Anda masih jatuh didalam perangkap yang berbahaya. Dari nada kalimat ini, anda mungkin tahu bahwa saya sangat kecewa dengan orang malas yang hanya menginginkan informasi yang tersaji begitu saja tanpa usaha..

Mari Beranjak Serius

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 7,1 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Angka itu berasal dari 591.666 kematian tiap bulan atau 19.722 kematian tiap hari yang disebabkan oleh kanker. Setiap menit dalam satu hari, ada sekitar 14 orang meninggal dunia karena kanker. Saya selalu memberitahu pasien: Kita semua harus meninggal – terlepas menderita kanker atau tidak. Saya juga, bahkan tanpa kanker, dapat pergi kapan saja.Yang penting adalah: bagaimana cara kita pergi. Berdoalah agar kita diberikan hidup yang bahagia dan bebas penyakit. Ketika waktu untuk kita pergi tiba, berdoalah agar kita pergi dengan damai.

Pikirkan baik-baik — dalam penyakit kanker, apakah kita meninggal karena ketersediaan yang tidak memadai dari onkologi, rumah sakit dan obat-obatan kemo yang membantu pengobatan kita? Untuk melawan dan mengalahkan kanker, menurut Anda perlukah kita membangun lebih banyak rumah sakit, memiliki lebih banyak onkologi, membuat obat-obatan kemo dengan lebih mudah untuk pasien-pasien? Apakah ini cara membantu pasien kanker menemukan “obat” mereka?

Saya sudah menulis pesan ini sebelumnya (dan lebih dari sekali), dan saya menulisnya lagi.  Atas nama keadilan, saya merasa bahwa siapa pun yang menjalani prosedur pengobatan invasif BERHAK menerima informasi yang memadai dan benar sehingga dia mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya sendiri. Sayangnya, banyak orang yang mendatangi kami tidak tahu atau tidak menyadari apa yang akan mereka lakukan - mereka tidak memiliki  rencana.  Terkadang mereka bahkan tidak terinformasi dengan benar.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapa atau profesi apa saja, saya ingin memberitahu bahwa langkah penting yang harus diambil adalah mencari kebenaran tentang pengobatan kanker terkini. Mari kita pelajari semua catatan yang ada dan bertanya serta temukanlah jabawan yang benar dan jelas. Dari semua operasi, kemoterapi, radioterapi (dan pengobatan lain) yang telah dilakukan terhadap pasien:

1. Berapa banyak pasien yang sembuh?

2. Berapa banyak yang diuntungkan akibat pengobatan ini?

3. Apa untung ruginya?

4. Berapa banyak yang meninggal?

5. Berapa banyak yang selamat setelah satu, dua, tiga, lima atau sepuluh tahun setelah pengobatan?

6. Berapa banyak yang mengalami metastasis hati, tulang, paru-paru, dll.?

7. Adakah hubungan antara pengobatan yang diterima dengan terjadinya metastasis?

Sayangnya, jawaban nya tetap sulit dipahami dan tidak akan datang. Ketahuilah bahwa strategi untuk bisa tetap berada dalam bisnis yang menguntungkan ini adalah bertindak memberikan pendapat yang berbeda dengan fakta yang sesungguhnya. Sedapat mungkin bertindak samar-samar dan mendua dalam rangka membangun image kepalsuan / kebohongan dihadapan “ saya tahu semua”. Anda pasien, jangan terlalu banyak bertanya. Saya tahu yang terbaik dan Anda sebaiknya hanya ikuti perintah saya saja.

Tanyakan hal ini kepada dokter anda:

  1. Apa kontribusi kemoterapi terhadap penyembuhan kanker saya? Bisakah kemo yang ingin Anda berikan menyembuhkan saya?
  2. Bagaimana peluang kesembuhan saya?
  3. Jika tidak menyembuhkan, apa yang bisa diharapkan dari kemo?  Memberi Anda kualitas hidup lebih baik? Menghentikan penyebaran?
  4. Jika merupakan kualitas hidup – salahkah pernyataan jika kemo membuat hidup jadi “menyedihkan” dengan semua efek sampingnya? Tanyakan apa saja efek sampingnya.
  5. Jika kemoterapi adalah untuk menghentikan kanker dari penyebaran – apakah tidak benar bahwa kanker bahkan sudah menyebar sebelum Anda didiagnosis dengan itu? Apakah tidak benar bahwa pada saat Anda tahu bahwa Anda terkena kanker, sel-sel sudah pindah dari tumor dan meluap masuk ke dalam aliran darah?  Jika sel kanker sudah berada dalam aliran darah Anda, dapatkah obat- kemo membunuh SEMUA sel kanker tersebut tanpa membunuh Anda juga?
  6. Jika Anda mendapat jawaban ini:
  • Oh, Anda memiliki kesempatan 50:50! Tanyakan apa yang dimaksud kesempatan? Kesempatan apa – sembuh atau mati?
  • Jika Anda tidak menjalani kemoterapi Anda hanya hidup tiga bulan, dengan kemo Anda hidup dua tahun. Apa dasar pembenaran ini? Apakah pernah ditulis dalam jurnal medis atau teks buku?

Jangan takut untuk bertanya bahkan dengan risiko Anda dikeluarkan dari ruang kerja dokter (beberapa pasien memberitahu saya bahwa hal itu terjadi pada mereka). Lebih baik meninggalkan ruang kerja dari pada meninggalkan dunia!

Jika Anda mencari sebuah jawaban mudah yang sudah disiapkan, Anda akan mendapati jawaban yang sederhana dan ala kadarnya.  Jika Anda tipe orang yang mencari jawaban “cepat dan instan” maka Anda akan kecewa.

Dalam hidup, saya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang baik tidak datang dengan mudah. Apakah Anda ingin mengetahui apa saja kontribusi atau peranan pasti kemoterapi terhadap penyembuhan kanker Anda? Jika anda ingin mengetahui kebenarannya, biarkan saya membawa Anda pada perjalanan untuk menemukan jawaban itu. Saya akan menulis banyak artikel dengan judul: Membedah Kemoterapi. Jika Anda meluangkan waktu mengikuti semua artikel yang akan saya tulis, saya yakin Anda dapat mempelajari sesuatu yang penting dan menjadi lebih tercerahkan.

Dengan menulis artikel-artikel ini, izinkan saya mengatakan dengan terang dan jelas: Saya bukan seorang anti-kemo atau anti-dokter. Alasan saya melakukannya adalah untuk memberdayakan pasien sehingga mengetahui beberapa fakta yang dapat membantunya membuat keputusan yang terinformasi (dan semoga juga bijaksana). Terkadang perlu saya sampaikan juga bahwa saya pernah (dan memang, dan akan) mendesak pasien untuk menjalani kemoterapi jika memang itu perlu. Namun saya meragukan sebuah paket penjualan bergaya buku resep memasak atau pendekatan umum yang bisa dipakai siapa saja.

Diterjemahkan oleh:  Andreas Kriswanto