Informasi yang harus Anda ketahui

Setelah Dua Operasi dan Kemoterapi

Dia Berpaling ke Terapi CA Care dan Tetap Hidup

 

Dass adalah lelaki berumur 46 tahun. Dia mempunyai masalah dengan pergerakan usus besar yang tdak teratur. Kadang-kadang dia harus BAB dua kali dalam sehari, kadang sekali setiap dua atau tiga hari sekali. Fesesnya sering keras dan menimbulkan rasa sakit. Akhirnya, dia kehilangan nafsu makan. Makanan nampaknya tidak bisa turun ke lambung, dan walaupun cuma memakan sedikit makanan saja sudah membuat dia merasa kenyang.

Dass telah mengulur-ulur masalah ini selama 4 tahun. Tetapi tahun terakhir menjadi makin serius – dia mengalami nyeri dan fesesnya berwarna hitam dan ada bercak-bercak darah. Kemudian, pada satu malam dia mengalami sakit perut yang parah. Dia pergi ke dokter umum dimana dia diminta melakukan foto sinar-X abdomen (perut) yang banyak. Dokter itu menyarankan untuk mengecek pada seorang dokter spesialis segera. Sebuah operasi dilaksanakan pada hari berikutnya.

Ahli bedah megeluarkan tumor/ benjolan sebesar bola tennis dari usus besarnya. Setelah itu, dia menjalani kemoterapi. Semua berjalan dengan lancar setelah perawatan. Dia melanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap bulannya.

Pada Desember 1997, Dass mengalami nyeri lagi di daerah perut dan dia batuk terus-menerus. Dokter mengatakan bahwa Dass mengalami kanker berulang. Dia pun menjalani operasi kedua. Dokter kemudian menyarankan Dass untuk mengikuti sesi kemoterapi yang lain tetapi dia menolak. Dia datang ke CA Care untuk pengobatan herbal pada Januari 1998 dan dia pun memulai pengobatan tersebut.

Setelah satu minggu diterapi dengan obat-obatan herbal, nafsu makannya mengalami kemajuan dan dia merasa baikan. Dan sampai pada hari ini (Maret 09),yakni 11 tahun dengan terapi obat-obatan herbal, Dass masih dalam kondisi yang sehat. Dia berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kebun sekolah dan sekarang dia menjadi instruktur sekolah mengemudi.

Komentar: Walaupun Dass bukanlah seseorang yang terpelajar, dia bijaksana dan memiliki banyak akal sehat. Pada mulanya, pengobatan kemo tidak menyembuhkan Dass sama sekali. Banyak orang yang masih akan melakukan kemoterapi lagi dan lagi setelah terjadi kekambuhan. Mereka beranggapan bahwa kemoterapi adalah jalan yang lebih aman untuk ditempuh.

Ketika Dass mengalami kekambuhan segera setelah dia menyelesaikan kemoterapinya, dia menempuh jalan yang lain. Dia tahu bahwa kemoterapi tidak dapat membantu dia.