Informasi yang harus Anda ketahui

Suatu Cerita Kesembuhan dari Perancis

 

Pada Juni 2007 kami menerima sebuah email dari Fil (bukan nama asli) dari Perancis. Dia menulis dalam rangka  mencari bantuan untuk ayahnya yang berumur 77 tahun, Jak (bukan nama asli) yang telah didiagnosa dengan kanker kolon. Lima tahun sebelum didiagnosis terkena kanker kolon, dokter telah memberitahu bahwa ada yang salah dengan otaknya. Jak  sangat sering menderita vertigo.

Permasalahan Jak bermula dari perdarahan yang parah saat berada di toilet. Dia pun segera dimasukkan ke rumah sakit dan pada tanggal 1 Juni 2007 Jak menjalani suatu operasi pengangkatan bagian dari kolon sigmoid (bagian dari usus besar). Dalam suratnya, Fil menulis: Hari ini, dia berada dalam kondisi yang sangat jelek. Dia mencoba untuk bangun tetapi berjalan sangat sulit. Dia memerlukan bantuan. Dia lebih memilih untuk tinggal di tempat tidur. Ia tidak berselera untuk makan dan hanya memiliki sedikit harapan untuk kesembuhannya. Ia tidak ingin menjalani kemoterapi maupun radioterapi. Dia kehilangan massa otot dan akan memerlukan  pelatihan. Dia ingin hidup 5 tahun lagi supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak umur 16 tahun.

Kondisi Jak adalah sebagai berikut:

  • Nyeri: di bagian perut. Kondisinya sangat jelek. Dia tidak cukup kuat berdiri dengan kedua kakinya.
  • Apakah anda bisa tidur? Ya, tidur cukup lumayan.
  • Apakah anda merasakan lelah? Ya, sangat lelah. Hampir tidak bertenaga.
  • Seberapa sering anda buang air besar? Sulit dan sembelit.
  • Bagaimana dengan selera makan anda? Sedikit sekali.
  • Apakah anda mempunyai kesulitan bernafas? Tidak.

Pada tanggal 23 Juni 07, Fil menulis: Beberapa hari setelah operasi, spesialis kanker bertemu dengan ayah saya dan bilang bahwa dia terlalu lemah untuk menjalani kemoterapi. Senin lalu, dokter itu kembali dan melihat dia berada dalam kondisi yang lebih baik tapi masih ragu apakah dia bisa menjadi “kandidat yang baik” untuk mengikuti pengobatan tesebut. Dokternya berbicara kepada saya melalui telepon.

Mengenai kemoterapi – untuk melakukan atau tidak melakukan, dokternya menyimpulkan: TANPA kemoterapi, kemungkinan hidup untuk 5 tahun lagi adalah 50%, tetapi DENGAN kemo, 65%. Dokternya dijadwalkan bertemu untuk ketiga kalinya dengan ayah saya pada tanggal 3 Juli. Saya tidak tahu keputusan apa yang bakal dia ambil. Bagaimanapun, dokter-dokter yang bertugas menangani ayah saya mencoba untuk mempengaruhi keputusan dengan menjelaskan bahwa operasi yang telah dilakukan berjalan dengan lancar dan akan lebih mantap lagi kalau diikuti dengan kemoterapi. Sesungguhnya, ayahku tidak terlihat siap untuk mengalami pengalaman-pengalaman buruk yang lain lagi.

Pada tanggal 26 Juni 07, Fil menulis lagi: Saya terus berusaha setiap hari untuk kesembuhan ayah saya. Akhir pekan lalu, saya telah berbicara dengan ayah dan ibu saya. Ayah saya akan kembali ke rumah pada kamis depan. Kami membuat keputusan yang konkrit: Tidak ada kemo, ayah saya akan mengikuti anjuran diet dan dia juga akan mengkonsumsi obat-obatan herbal dari dokter. Di samping itu, sekarang saya menjadi lebih terlibat dalam bidang kanker. Apakah anda siap untuk bekerja dengan saya dan menjadi pembimbing, guru, pemandu, semua itu??

Ini adalah balasan saya kepada Fil: Terima kasih untuk email anda. Ya, anda memang benar-benar seseorang yang mau belajar. Jangan kuatir saya ada disini untuk membantu dan membimbing Anda. Tidak ada masalah sama sekali Fil. Saya menyukai semangat dan antusiasme anda untuk membantu ayah anda…bagus sekali. Tentu saja, apabila anda belajar dan percaya pada apa yang saya lakukan….membantu orang lain juga.

Pada 3 Juli 07, Fil menulis: Chris, saya mendapat telepon dari ibu saya. Ayah saya merasakan nyeri lagi di daerah perut lagi pagi ini. Apa yang anda pikirkan tentang ini?

Balasan saya: Dia mulai terapi herbal pada jumat siang, yang berarti 4 hari pengobatan. Biasanya pada minggu pertama, pasien akan sulit beradaptasi dengan kehidupan yang biasanya…karena krisis penyembuhan. Kunjungi website saya dan baca tentang TERAPI CA dan krisis penyembuhan. Saya tidak terlalu khawatir.

Fil mengirimkan daftar obat yang diresepkan dokter pada ayahnya:

  1. LOVENOX: pengobatan pencegahan trombosis (penyumbatan pada pembuluh darah).
  2. INEXIUM: pengobatan terhadap refluks gastro-esofageal.
  3. AMLOR: pengobatan terhadap tekanan darah tinggi.
  4. TAHOR: pengobatan terhadap kolesterol.
  5. OMIX: pengobatan terhadap perbesaran prostat/ hipertrofi prostat.
  6. PLAVIX: pengobatan untuk orang yang baru terkena serangan jantung, stroke, dll.
  7. DIANTALVIC:  pereda nyeri ( paracetamol + dextropropoxyphene ).
  8. NUTRICREMAL: tambahan nutrisi dengan protein vanilia, coklat.
  9. TARDYFERON: tambahan mineral.
  10. FORLAX: untuk sembelit.
  11. EDUCTYL NORMACOL: untuk sembelit.

Saya menulis: Saya menghitung bahwa jumlah obat yang diresepkan secara keseluruhan ada 11 obat. Maksud anda bahwa selama ini ayah anda telah mengkonsumsi 11 obat ini? Apakah dokternya menjelaskan kepada anda fungsi dari obat-obatan tersebut? Cari tahu melalui internet dan beritahu saya. Negara yang berbeda mempunyai nama obat yang berbeda pula untuk jenis obat yang sama. Hal seperti ini membingungkan orang-orang.  Semakin bingung orang, semakin bagus, jadi mereka bisa tambah ahli.

Fil menulis pada 9 Juli 2007: Saya mengunjungi ayah saya 2 kali minggu ini:

  • Beberapa minggu yang lalu di rumah sakit, dia bilang bahwa dia ingin hidup 5 tahun lalu supaya bisa melihat anak bungsunya menginjak usia 16 tahun.
  • Kami melihat dia berada dalam keadaan yang sangat sehat, sangat aktif, menanyakan pertanyaan-pertanyaan, berbicara tentang topik yang berbeda-beda, berdebat seperti yang dulu dia lakukan . Dia menunjukkan ke kita bahwa dia pun sanggup untuk berjalan beberapa langkah tanpa menggunakan tongkat.
  • Saya memberitahu dia: Whoaa! Kamu terlihat sangat sehat hari ini!! Jauh lebih baik!!
  • Dia mulai menjawab bahwa dia masih belum sembuh dan seterusnya. Ini terkesan seperti bahwa dia TIDAK bisa percaya bawa dia sudah baikan. Bahkan, dia menolak dibilang sudah baikan, dll…
  • Pada Minggu pagi, saya datang sendiri untuk mengunjungi orang tua saya. Ini adalah sebuah cerita yang berbeda. Ayah saya terlihat dalam keadaan yang berbeda, tidak bertenaga, wajah lesu, hampir terkesan seperti dia “ takkan bertahan sampai akhir hari ini”. Anda bisa melihat “ sikap naik dan turun “ ini.
  • Apa pendapat anda tentang jenis pasien yang tidak percaya bahwa mereka dapat menyembuhkan dirinya sendiri? Kita harus berjuang dua atau tiga kali lebih keras untuk orang seperti ini daripada orang yang positif!
  • Bukan hanya itu, dia mencampur adukkan komentar-komentar positif yang ada. Akan lebih baik jika kita bilang: “ Kamu tidak terlihat baik hari ini!! Kamu merasa sakit kan? Kamu tidak akan berhasil dalam pengobatanmu!! Setelah komentar-komentar  seperti itu, dia akan melihat kamu dan tersenyum sedikit. Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Pada 13 Juli 2007, Fil menulis: Berita utama tentang ayah saya. Dokternya mendapatkan hasil dari analisis darahnya hari ini. Dia menelepon orang tua saya dan berkata:

  • Beberapa tanda-tanda lebih membaik!! Saya tidak mengerti.
  • Apakah saya memberikan obat spesial pada suami anda?
  • Ibu saya menjawab: Tidak, saya rasa tidak.

Chris, saya merasa kita telah berada pada jalur yang benar! Saya akan meneruskan usaha meningkatkan mental pada ayah saya dan kemungkinan saya akan bisa menemukan solusinya.

Pada 19 Juli 2007 Fil menulis: Ayah saya telah mengalami kemajuan yang pesat dalam “pergerakan”nya dan dia sanggup berjalan tanpa menggunakan tongkat. Akan tetapi, dia masih tetap merasakan nyeri di bagian perut.  Mereka melakukan pemindaian padanya. Itu terjadi pada siang ini dan ibu saya baru membacakan hasilnya kepadaku melalui telepon:

  • Perbesaran dari caput(kepala) pankreas dengan pusatnya nekrosis dengan penyumbatan pada vena mesenterika.
  • Peradangan fungsi sel  otak.

Pada 23 Juli 07, Fil menulis: Minggu ini, anak perempuan dari teman orang tuaku datang mengunjungi ayahku. Dia berusia 47 tahun dan menderita kanker yang ketiga: kolon(usus besar), hati dan paru-paru. Dia sedang menjalani kemoterapi yang ketiga kalinya. Dia berkata: Kemoterapi tidak bekerja untukku! Kita membicarakan tentang terapi alternatif. Itulah mengapa orang-orang memilih obat-obatan herbal dan pengobatan alternatif.

Pada 1 Agustus 07, Fil menulis: Maafkan saya karena menganggu lagi, tetapi saya ingin berbagi dengan anda perasaan saya.  Bahkan, saya ingin anda tahu betapa sulitnya ini bagi saya untuk menangani penyembuhan ayah saya dan bagaimana  pentingnya bagi saya untuk mendapatkan dorongan dari anda dan Dave( bukan nama asli ). Saya perlu untuk melawan para dokter, hambatan berbahasa dan memahami permasalahan yang baru juga pikiran negatif dari ayah saya. Untungnya, ibu saya sangat membantu dalam masalah ini. Saya berharap saya tidak terlalu mengganggu anda dengan pertanyaan-pertanyaan saya, kesalahpahaman dan beberapa situasi panik dan yang lain sebagainya.

Pada 7 Agustus 07, Fil menulis: saya ingin berbagi dengan semua orang penyembuhan ayah saya.

Silahkan melihat 2 video ini – sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat-obatan herbal.

29 November 2007, Fil menulis: untuk ayah saya, beberapa berita datang setelah pemeriksaan rutin di bulan November.

  • Analisis darah: hasilnya sejauh ini baik-baik saja.
  • Bagaimanapun, setelah pemindaian terakhir, dokter mengatakan bahwa kemungkinan kanker telah menyebar ke sekitar abdomen(perut) dan area paru-paru ( nodules, nodes, dll..)
  • Dokternya mengatakan bahwa ini sudah waktunya untuk melakukan kemoterapi; dia tidak ingin mengakui efek yang bagus dari obat-obatan herbal karena itu merupakan pengobatan alternatif.
  • Dia memberitahukan: KEMOTERAPI + Pengobatan Alternatif bisa menjadi pilihan terakhir untuk dipilih.
  • Ayah saya telah siap untuk memilih dokter baru – yang mana mempunyai pikiran yang  lebih terbuka daripada yang satu ini.

13 Juni 08, Fil menulis: Saya mempunyai pertanyaan dari ayah saya tentang jumlah teh yang harus diminum setiap harinya. Seperti yang anda ketahui, dia harus mengubah kebiasaan makannya. Ini tidaklah mudah bagi seseorang yang berusia 77 tahun. Sebagai tambahan, meminum teh tiap hari membuat dia ingin ke toilet setiap 2 jam. Maka dari itu, dia sering bertanya padaku: Bolehkah saya mengurangi meminum teh supaya saya bisa lebih jarang berkemih? Saya menjawab dia beberapa kali: “ kamu harus meminum teh supaya kamu dapat bertahan hidup” dan seterusnya. Pada saat itu, saya yakin dia akan benar-benar letih untuk terus berkemih. Jadi, saya ingin menanyakan pendapat anda. Tolong, beritahu saya apakah dia dapat mengurangi jumlah cairan yang masuk setiap harinya. Terima kasih sebelumnya.

14 Jan 2009 Fil menulis: Teruntuk Chris, Selamat Tahun Baru 2009.  Silakan klik link berikut ke dua video singkat yang diambil menjelang Christmas 2008. Semoga ini dapat membantu anda membayangkan cerita tentang ayah saya. Beritahu apabila saya dapat membantu yang lain. Dan saya mendoakan yang terbaik untukmu!

Komentar: Saya membayangkan ada berapa banyak pasien yang akan setuju untuk menjalani kemoterapi apabila mereka dengan jelas diberitahu bahwa pengobatan tersebut cuma dapat meningkatkan angka harapan hidup sebanyak 15%. Kebanyakan paien menjalani kemoterapi dengan harapan penuh bahwa mereka akan sembuh 100%. Atau apabila tidak 100%, setidaknya masih lebih tinggi daripada 15%.

Sudah menjadi  kesenangan kami untuk membantu Fil dan ayahnya, Jak. Dan tentunya kami sangat senang melihat keadaan ayahnya yang bagus walaupun tidak menjalani Kemoterapi. Pertanyaan yang perlu diingat oleh pasien adalah: Menurut dokter, untuk pasien seperti Jak, statistik menunjukkan ada 65% kemungkinan hidup 5 tahun dengan kemo. Tanpa kemo kemungkinan hidup 5 tahun adalah 50%. Dengan kata lain, keuntungan dari kemoterapi adalah cuma 15%.

Jumlah yang dikutip dari dokter di Perancis sangat jauh berbeda dari yang saya dengar di sini. Di sini, mereka membicarakan bahwa 95% atau 50% pasien akan meninggal tanpa kemoterapi. Akan kita perjelas di sini: tidak ada data stastistik yang menunjukkan bahwa tanpa kemoterapi, pasien penderita kanker kolon akan meninggal.

Sebelum Fil menulis kepada kita, ada orang lain di Perancis (Dave) yang telah menjalani operasi dan kemoterapi untuk kanker kolonnya. Dave datang ke Penang dan memutuskan untuk mencoba obat-obatan herbal kita. Kami mengajarkan cara menggodok obat-obatan herbal, dll. Jadi ketika Fil menulis kepada kita, kita merasa akan lebih mudah apabila meminta Dave untuk menjelaskan segalanya kepada Fil. Ayah Fil meneruskan meminum obat-obatan herbal sampai sekarang sementara Dave putus setelah sekitar 3 bulan. Dia menjalani lebih banyak operasi dan kemoterapi dan pada awal 2009 kita menerima kabar bahwa Dave telah meninggal.

Hal yang rasional dari kemoterapi, menurut dokter Perancis adalah berfungsi sebagai selimut pengaman. Ada asumsi yang kuat bahwa kemoterapi dapat menjamin kesempatan hidup yang lebih tinggi. Apa yang terjadi apabila pasien yang dikemoterapi meninggal dunia? Apakah hal seperti ini pernah terjadi? Tentu saja hal ini lebih sering terjadi dari yang diakui.

Pada 17 Januari 2009, Fil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepadanya:

a) Tentang pengobatan ayah anda: apakah dia menerima perawatan kemoterapi? Tidak ada kemo sama sekali karena kami menolak pengobatan tersebut.

b) Apakah dokter menyarankan kemo? Kenapa? Dokter mengatakan bahwa itu adalah semacam jaminan supaya sel-sel kanker tidak kembali. Mereka bahkan memasang selang kemo dekat dengan bahu kanan.

c)     Bagaimana dengan kondisi kesehatannya sekarang dibandingkan dengan sebelum terkena kanker? Melihat umurnya dia berada dalam kondisi yang cukup baik.

d) Apakah dia kembali menemui dokter yang menangani dia? Ya, setiap 3 bulan tepat sehabis operasi dan sekarang setiap 6 bulan.

e) Dia sedang meminum obat-obatan untuk hipertensi, prostat, nyeri, kolesterol, dll. Apakah dia masih meminum obat-obatan tersebut? Anda mengatakan bahwa dia sering menderita vertigo (sakit kepala yang berputar)—apa yang terjadi sekarang? Sama? Pengobatan untuk memori/ ingatan, prostat, perut dan nyeri. Itu dia! Ayah saya telah mengalami vertigo selama 20 tahun, sampai sekarang tetap sama saja, tidak bertambah parah.

f) Umumnya setelah pasien mengkonsumsi obat-obatan herbal kita, permasalahan-permasalahan seperti ini menghilang—apa yang terjadi pada kasus ayah anda? Kondisi yang agak lebih baik.

g)     Sudah satu setengah tahun sejak operasi kankernya – bagaimana dengan sikapnya? Apakah dia percaya diri dengan masa depannya? Dia terlihat cukup percaya diri.

h) Ketika dia baru mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal, apakah dia percaya bahwa obat tersebut akan berefek positif pada dirinya? Sejujurnya tidak karena sikapnya yang negatif dan dia juga selalu mempunyai keraguan di pikirannya. Ibu saya dan saya bekerja keras untuk meyakinkan dia. Itu merupakan proses yang panjang dari hari ke hari.

i) Dari sudut pandang ibu anda, apa yang dia pikir tentang kesembuhannya? Dia berpikir itu adalah situasi yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang mempunyai kanker dan menjalani kemoterapi.

j) Dari sudut pandang anda sebagai seorang anak, apa yang anda pikir tentang kesembuhan ini?Saya berpikir bahwa ini adalah hal yang sangat mengagumkan untuk mendapatkan kesembuhan seperti ini dan saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa sekarang saya telah menjadi seorang vegetarian(pemakan sayuran saja)! Anda telah mendapat pengakuan saya dan saya bahkan ingin membantu orang lain. Ini bukanlah suatu tugas yang mudah, seperti yang anda ketahui lebih banyak dari orang lain di dunia ini.

k)      Apakah anda akan menempuh jalan yang sama lagi apabila anda diharuskan untuk menjalani hal yang sama lagi? PERSIS SAMA.

Pada 27 Februari 2009, kami menerima sebuah e-mail dari Fil

Cuma ingin berbagi beberapa hal dengan anda:

1.      Wanita berumur 47 tahun ( anak perempuan dari teman orang tuaku ) meninggal secara tiba-tiba minggu lalu. Selama lebih 12 tahun dari perjalanan penyakitnya, dia menjalani banyak operasi, kemoterapi dan radioterapi. Saya tidak dapat meyakinkan dia untuk mencoba terapi herbal atau bahkan cuma untuk merubah sedikit dari pola makannya. Saya bersedih akan hal itu dan pada saat yang sama saya merasa saya telah menjalankan tugas saya “transmisi pengetahuan” bahkan saya cuma tahu sedikit mengenai hal itu.

2.      Ayah saya menemui dokter ahli kankernya Selasa lalu. Dokter menyimpulkan dia berada dalam keadaan yang sangat baik dan tanda-tanda kankernya pun menunjukkan dalam batas yang baik. Mereka merencanakan untuk melakukan kolonoskopi dalam 6 bulan. Seperti pertemuan biasanya, dokternya mengulangi kata-kata yang sama kepada orang tua saya: Memang, saya tidak antusias untuk memulai kemo setelah operasi karena anda sangat lemah saat itu. Pada waktu yang sama tidak ada kata-kata yang terucap mengenai apa yang ayah saya lakukan – pengobatan alternatif, nutrisi, atau apa sajalah!

Saya cuma tidak bisa mempercayai kenapa dokter-dokter ini bisa bersikap semunafik itu. Saya harus berperang melawan dokter wanita untuk mengeluarkan ayah saya pada Juli 2007. Tolong katakan pada semua pasien anda bahwa jangan menyerah ketika berhadapan dengan orang medis yang begitu berkuasa! Setiap orang mempunyai pilihan untuk memutuskan untuk  menderita atau untuk menjalani hidupnya dengan tenteram dan damai hingga akhir hayat.

Di bawah ini ada video klip yang Fil kirimkan kepada kita. Terima kasih Fil untuk kerjasama dan kemauan anda untuk berbagi!